Di sisi lain, Bukilic tampil mengejutkan musim ini dengan beralih dari posisi opposite ke outside hitter, menunjukkan adaptasi yang luar biasa.
Bukulic tetap bermain maksimal meski cedera pergelangan kaki di akhir musim. Performa 31 poin di Game 3 dan 38 poin di Game 4 adalah bukti semangat juangnya sebagai tandem setia Mega.
Kepergian mereka bukan hanya soal teknis tim—namun emosional.
Fans Red Sparks, bahkan netizen Korea, tak sedikit yang mengungkapkan kesedihan dan terima kasih di media sosial dengan tagar seperti #ThankYouMegaBukilic dan #RedSparksLegends.
Kini, Red Sparks menghadapi tantangan baru: mencari pemain asing pengganti yang sanggup mengisi lubang besar yang ditinggalkan Mega dan Bukilic.
Klub berharap menemukan bintang baru dalam uji coba kuota Asia pada 11 April serta tryout internasional awal bulan depan.
Satu hal yang pasti: Mega dan Bukilic mungkin akan bermain di tempat berbeda, namun jejak mereka akan terus hidup dalam sejarah Red Sparks dan hati para penggemar voli Korea.***