Di sisi lain, Bukilic tampil mengejutkan musim ini dengan beralih dari posisi opposite ke outside hitter, menunjukkan adaptasi yang luar biasa.
Bukulic tetap bermain maksimal meski cedera pergelangan kaki di akhir musim. Performa 31 poin di Game 3 dan 38 poin di Game 4 adalah bukti semangat juangnya sebagai tandem setia Mega.
Kepergian mereka bukan hanya soal teknis tim—namun emosional.
Fans Red Sparks, bahkan netizen Korea, tak sedikit yang mengungkapkan kesedihan dan terima kasih di media sosial dengan tagar seperti #ThankYouMegaBukilic dan #RedSparksLegends.
Kini, Red Sparks menghadapi tantangan baru: mencari pemain asing pengganti yang sanggup mengisi lubang besar yang ditinggalkan Mega dan Bukilic.
Klub berharap menemukan bintang baru dalam uji coba kuota Asia pada 11 April serta tryout internasional awal bulan depan.
Satu hal yang pasti: Mega dan Bukilic mungkin akan bermain di tempat berbeda, namun jejak mereka akan terus hidup dalam sejarah Red Sparks dan hati para penggemar voli Korea.***
Artikel Terkait
Duel Panas Kim Yeon Kyung vs Megawati Hangestri di Final Liga Voli Korea, Pink Spiders Tumbang Dramatis Lewat 5!
Final Red Sparks vs Pink Spiders, Duel Penentuan Hari Ini, Mulai Pukul 12 Siang di Liga Voli Putri Korea 2025!
Duel Mega dan Kim Yeon Kyung di Laga 4, Red Sparks Siap Tantang Pink Spiders di Final Liga Voli Putri Korea 2025
Vanja Bukilic Siap Bangkit, Red Sparks Tantang Pink Spiders di Final Liga Voli Korea 2025, Siap Menorehkan Kemenangan!
Laga Keempat Final Liga Voli Korea 2025, Kim Yeon Kyung Hadapi Tantangan Berat Jelang Pertarungan Melawan Red Sparks
Red Sparks Menang Lagi, Tumbangkan Pink Spiders Lewat Duel Dramatis di Laga Keempat Final Liga Voli Putri Korea 2025
Red Sparks Menang! Taklukan Pink Spiders di Laga Keempat dan Paksa Final Liga Voli Putri Korea 2025 Sampai Laga Kelima!
Disemangati Kekasih, Megawati Borong 38 Poin! Red Sparks Menang Lagi, Final Voli Putri Korea 2025 Serasa Ending Drakor