Meski begitu, ada sisi positif bagi Megawati. Dengan laga kandang batal, ia tidak terlalu jauh tertinggal dari rekan setimnya meski terlambat bergabung.
Hingga kini, status Megawati masih penuh tanda tanya. Sang opposite asal Jember, Jawa Timur itu diketahui masih berada di Indonesia untuk memperkuat Surabaya Bank Jatim pada babak Final Four Livoli Divisi Utama 2025.
Mengacu pada jadwal resmi, babak Final Four akan dimainkan mulai 10 Oktober hingga partai puncak 19 Oktober di GOR Ki Magetan, Jawa Timur. Jika Bank Jatim berhasil menembus final, maka kepulangan Megawati ke Turki kemungkinan baru terjadi di penghujung Oktober.
Artinya, kesempatan tampil bersama Manisa BBSK bisa tertunda lebih lama. Bahkan kabar yang beredar menyebutkan Megawati masih belum memperoleh International Transfer Certificate (ITC), dokumen penting dari FIVB yang mengesahkan perpindahan pemain lintas negara.
Tanpa ITC, seorang pemain tidak memiliki legalitas untuk tampil di kompetisi resmi. Proses penerbitannya pun harus melalui persetujuan klub asal, klub tujuan, federasi nasional, hingga FIVB. Jika salah satu pihak tidak memberikan izin, maka proses transfer bisa terhenti.
Dalam kasus ini, peran Bank Jatim sangat menentukan. Apabila klub asal tidak segera mengeluarkan persetujuan, kepindahan Megawati ke Manisa BBSK otomatis terancam gagal, meski kontrak sudah diteken.
Meski demikian, masih ada harapan. Andai Bank Jatim memberi lampu hijau, ITC dapat segera terbit dan Megawati bisa menjalani debut resminya di Liga Voli Turki musim ini.
Drama ini menunjukkan betapa kerasnya dinamika di balik lapangan voli internasional. Manisa BBSK, sebagai tim promosi, kini harus menunggu waktu untuk benar-benar tampil, sementara publik Indonesia menanti kabar baik dari Megawati Hangestri Pertiwi.
Pertanyaannya kini tinggal satu: apakah Megawati bisa segera berseragam Manisa BBSK di Turki, atau justru debutnya kembali tertunda oleh drama administrasi yang belum berakhir?***