Di sektor middle blocker, Surabaya Bank Jatim mengandalkan Maya Indri dan Rika, sementara posisi opposite hitter diisi oleh Farah dan Megawati.
Sementara itu, sektor setter mengalami perubahan setelah Laras, tosser utama tim, mengalami cedera putus ACL. Sebagai pengganti, tim memanggil Farida, setter muda berusia 16 tahun, yang diharapkan bisa cepat beradaptasi.
Tantangan dan Pesaing Terberat
Meski percaya diri, Surabaya Bank Jatim tidak menutup mata terhadap kekuatan lawan.
Rianita menyebut Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia sebagai pesaing paling berat karena soliditas dan pengalaman pemainnya.
Namun, ia juga mewaspadai kejutan dari Rajawali O2C dan TNI AU Electric Putri.
“Kalau bicara keyakinan, insyaallah kami 90 persen optimis bisa juara. Sisanya 10 persen kami serahkan pada takdir,” ujarnya.
Tim juga harus kehilangan Ajeng, salah satu pemain andalan, akibat gangguan kesehatan berupa pusing hebat dan mimisan menjelang keberangkatan ke Tangerang. Saat ini Ajeng tengah menjalani pemulihan di rumah bersama keluarga.
Format dan Harapan Menuju Grand Final
Format Final Four Livoli 2025 terdiri dari dua putaran di mana seluruh tim akan saling berhadapan.
Dua tim teratas berhak melaju ke partai puncak, sementara peringkat ketiga dan keempat akan memperebutkan posisi ketiga.
“Persiapan sudah maksimal, pemain baru juga memberikan energi tambahan. Semoga hasilnya sesuai target, yaitu juara,” pungkas Rianita.***