“Alhamdulillah, hari ini kami bisa menang 3-0 meskipun dengan pemain pelapis di beberapa rotasi. Kunci utama adalah kedisiplinan dan mental bertanding mereka yang bagus,” ujar Ayub.
Ia juga menambahkan bahwa kemenangan ini menjadi bekal penting menjelang Grand Final, di mana tim lawan dipastikan akan tampil dengan kekuatan penuh.
Sementara itu, pelatih Rajawali O2C, Octavian, menilai turnamen ini sebagai pengalaman berharga bagi skuad mudanya.
“Kami akui Petrokimia bermain sangat solid dan sulit ditembus. Kami datang ke Final Four ini dengan skuad yang didominasi pemain junior, dan ini adalah pembelajaran yang sangat berharga bagi mereka,” jelas Octavian.
Ook, sapaan akrabnya, juga menegaskan bahwa target tim bukan Grand Final tahun ini, melainkan memberikan jam terbang maksimal bagi pemain muda.
“Semangat juang anak-anak patut diapresiasi, mereka berhasil menunjukkan fight meski melawan tim sekelas Petrokimia,” tegasnya.***