“Alhamdulillah, hari ini kami bisa menang 3-0 meskipun dengan pemain pelapis di beberapa rotasi. Kunci utama adalah kedisiplinan dan mental bertanding mereka yang bagus,” ujar Ayub.
Ia juga menambahkan bahwa kemenangan ini menjadi bekal penting menjelang Grand Final, di mana tim lawan dipastikan akan tampil dengan kekuatan penuh.
Sementara itu, pelatih Rajawali O2C, Octavian, menilai turnamen ini sebagai pengalaman berharga bagi skuad mudanya.
“Kami akui Petrokimia bermain sangat solid dan sulit ditembus. Kami datang ke Final Four ini dengan skuad yang didominasi pemain junior, dan ini adalah pembelajaran yang sangat berharga bagi mereka,” jelas Octavian.
Ook, sapaan akrabnya, juga menegaskan bahwa target tim bukan Grand Final tahun ini, melainkan memberikan jam terbang maksimal bagi pemain muda.
“Semangat juang anak-anak patut diapresiasi, mereka berhasil menunjukkan fight meski melawan tim sekelas Petrokimia,” tegasnya.***
Artikel Terkait
Patrick Kluivert di Ujung Tanduk, Kegagalan ke Piala Dunia 2026 Bikin PSSI Bergerak, Muncul Tiga Nama Pengganti
Petrokimia Lumat Bank Jatim 3-0! Tiket Grand Final di Genggaman, TNI AU Electric Siap Duel Penentuan
Duel Bank Jatim vs Rajawali O2C Jadi Jalan Penentu Grand Final, Megawati vs Arimbi Bersiap Panaskan Livoli 2025
Arimbi Syifana Andayani, 'Gadis 13 Tahun yang Bisa Terbang', Siap Tantang Megawati di Final Four Livoli 2025
Bank Jatim Nyaris Tumbang, Megawati Jadi Penentu Kemenangan Dramatis Lawan Rajawali O2C di Final Four Livoli 2025
Petrokimia Gresik Melaju Mulus ke Grand Final Livoli 2025, Bank Jatim Terselamatkan Aksi Megawati Hangestri