Publik menilai penundaan ini memperpanjang tensi transfer voli, sementara setiap tim terus berburu amunisi terbaik.
Di sektor putri, klub-klub seperti Medan Falcons bahkan sudah mengisi penuh slot pemain asing mereka dengan mendatangkan Vi Thi Nhu Quynh dan Dell Palomata.
Meski begitu, tanda-tanda kuat kepindahan Megawati Hangestri Pertiwi mulai terlihat dengan tercantumnya namanya dalam daftar pemain Jakarta Pertamina Enduro di situs Woman Volley Box.
Daftar tersebut juga memuat sejumlah pemain seperti Tisya Amallya Putri Indonesia, Junaida Santi, Nurlaili Kusuma, Yana Shcherban, Shindy Sasgia, Dita Azizah, dan Syifa Al Fadila.
Kehadiran Megawati di daftar itu memanaskan bursa Proliga 2026, meski klub belum merilis pernyataan resmi.
Jika benar bergabung dengan Jakarta Pertamina Enduro, Megawati berpotensi kembali bangkit.
Pandangan para pengamat sepakat bahwa pelatih baru adalah faktor kunci, terutama karena kolaborasinya dengan setter lama dinilai tidak cukup efektif musim sebelumnya.
Dengan komposisi yang segar, pendekatan taktik berbeda, serta lingkungan kompetitif yang mendukung, Megawati diprediksi mampu kembali menunjukkan performa terbaiknya.
Kini, para penggemar hanya bisa menunggu. Apakah Megawati Hangestri Pertiwi akan benar-benar memilih Jakarta Pertamina Enduro?
Atau justru mengambil langkah tak terduga di luar radar bursa transfer voli? Semua kemungkinan masih terbuka, sementara Proliga 2026 terus mendekat dan tensi kompetisi semakin meninggi.***