Misi Akhiri Paceklik 42 Tahun, Megawati Hangestri Pimpin Kebangkitan Timnas Voli Putri di SEA Games 2025 Thailand

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 28 November 2025 | 19:22 WIB
Harapan besar tertuju pada Megawati Hangestri Pertiwi untuk mengakhiri penantian panjang medali emas SEA Games 2025 dengan memutus dominasi Thailand. (IG: Mega_Archives - thailandvolleyballassociation)
Harapan besar tertuju pada Megawati Hangestri Pertiwi untuk mengakhiri penantian panjang medali emas SEA Games 2025 dengan memutus dominasi Thailand. (IG: Mega_Archives - thailandvolleyballassociation)

 

Mediapriangan.comTimnas Voli Putri Indonesia memulai langkah mereka di SEA Games 2025 dengan optimisme tinggi dan tekad kuat untuk mengakhiri penantian panjang medali emas.

Harapan besar kembali tertuju pada Megawati Hangestri Pertiwi, yang selama tiga edisi terakhir memperkuat tim namun belum berhasil membawa Indonesia meraih emas di ajang regional tersebut.

Prestasi terbaik Megawati Hangestri sejauh ini adalah medali perak SEA Games 2017, sementara dua edisi lainnya Indonesia harus puas finis di posisi ketiga.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Timnas Voli Putri di SEA Games 2025, Megawati Hangestri Jadi Sorotan di Grup B

Rekam jejak tersebut membuat publik kembali bertanya, bagaimana perjalanan Timnas Voli Putri Indonesia di sepanjang sejarah keikutsertaan di ajang SEA Games?

Meski rutin tampil di SEA Games, Indonesia baru sekali meraih emas pada 1983 setelah menundukkan Filipina.

Di SEA Games 2025, laga pembuka melawan Malaysia menjadi momen krusial bagi Megawati Hangestri dan rekan-rekan untuk membangun ritme sejak awal.

Indonesia tergabung di Pool B bersama Vietnam, Myanmar, dan Malaysia, sehingga setiap pertandingan menentukan peluang menuju semifinal.

Baca Juga: Profil Dell Palomata, Andalan Baru Medan Falcons yang Siap Mengguncang Proliga 2026

Pelatih dan jajaran staf telah menyiapkan pola permainan yang disesuaikan dengan karakter lawan. Duel kontra Malaysia bukan hanya partai awal, tetapi juga pertandingan yang sarat gengsi karena rivalitas panjang kedua negara.

Targetnya jelas, kemenangan dan fondasi kuat menghadapi laga-laga berikutnya yang secara kualitas lebih menantang.

Pertandingan penentuan diprediksi terjadi saat Indonesia berjumpa Vietnam.

Kedua tim memiliki ambisi besar dan kualitas permainan yang relatif seimbang. Selain Vietnam, Thailand dan Filipina juga menjadi pesaing kuat dalam perebutan medali.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X