2. Debut Sumut di Panggung Proliga
Kehadiran Medan Falcons menjadi sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya Sumut memiliki wakil di kompetisi Proliga.
Momentum ini disambut antusias oleh publik voli di daerah yang selama ini dikenal memiliki potensi atlet cukup besar.
Debut ini bukan sekadar formalitas. Medan Falcons membawa misi membuktikan bahwa Sumut mampu bersaing di level tertinggi bola voli Indonesia, sekaligus memperluas peta kekuatan Proliga 2026 yang selama ini didominasi klub dari Pulau Jawa.
3. Marcos Sugiyama di Kursi Pelatih
Medan Falcons mempercayakan kursi pelatih kepada Marcos Sugiyama, sosok yang memiliki rekam jejak kuat di level internasional.
Marcos Sugiyama dikenal sebagai pelatih Timnas Voli Putri Indonesia yang sukses membawa tim meraih prestasi di SEA Games 2025.
Pengalaman Marcos menjadi modal penting bagi Medan Falcons di Proliga 2026. Pendekatan disiplin, permainan cepat, serta keseimbangan antara hasil dan pembinaan menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter tim.
4. Tiga Pilar Timnas di Skuad Medan Falcons
Kekuatan Medan Falcons di Proliga 2026 tidak lepas dari kehadiran tiga pemain Timnas Voli Putri Indonesia.
Mereka adalah Sulastri Rahma Aulia yang dipercaya mengisi posisi libero, Pascalina Mahuze sebagai opposite hitter, serta Yolana Betha Pangestika sang setter yang mengemban peran kapten tim.
Kehadiran ketiganya memberi stabilitas permainan Medan Falcons. Pengalaman bersaing di level internasional membuat mereka menjadi motor tim, baik dalam menjaga ritme permainan sepanjang Proliga 2026.