Mediapriangan.com - PSSI resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia, sebuah keputusan yang langsung mengundang perhatian publik sepak bola nasional.
Penunjukan ini sekaligus mengakhiri era kepelatihan sebelumnya dan membuka fase baru bagi Timnas Indonesia di bawah arahan juru taktik asal Inggris tersebut.
Sebelum ditangani John Herdman, Timnas Indonesia sempat dilatih Patrick Kluivert. Namun, masa tugasnya tidak berlangsung lama setelah skuad Garuda gagal melangkah ke Piala Dunia 2026 pada babak kualifikasi Round 4 Zona Asia. Kondisi itu mendorong PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
Baca Juga: Gantikan Patrick Kluivert, PSSI Resmi Tunjuk John Herdman sebagai Pelatih Kepala Timnas Indonesia
Melalui pengumuman resmi pada Sabtu, 3 Januari 2026, PSSI menegaskan kepercayaannya kepada John Herdman dengan menyematkan julukan arsitek level Piala Dunia untuk Timnas Indonesia.
“Herdman bukan sekadar pelatih, melainkan arsitek berpengalaman membawa tim ke Piala Dunia,” demikian tertulis dalam pengumuman resminya.
Menurut PSSI, rekam jejak John Herdman menjadi alasan utama penunjukan tersebut.
“Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA,” ungkap PSSI dalam pernyataan lanjutan.
Bersama timnas putri Kanada, John Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mempersembahkan dua medali perunggu Olimpiade pada 2012 dan 2016.
Di sektor putra, ia kembali mencatat sejarah dengan membawa Kanada lolos ke Piala Dunia Qatar 2022 setelah penantian 36 tahun. Prestasi itu membuat PSSI optimistis Timnas Indonesia bisa berkembang di level Asia.
Seiring penunjukan John Herdman, publik juga menyoroti catatan win rate sang pelatih. Berdasarkan data transfermarkt, John Herdman telah memimpin 108 pertandingan bersama Timnas Kanada, Timnas Kanada U-23, dan Toronto FC dengan hasil 54 kemenangan, 13 imbang, dan 41 kekalahan. Angka tersebut menghasilkan win rate 50 persen dengan rata-rata 1,62 poin per laga.
Catatan itu kemudian dibandingkan dengan dua pendahulunya di Timnas Indonesia, yakni Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert. Shin Tae-yong mencatat win rate 42,23 persen dari total 251 pertandingan sepanjang kariernya.