Usai laga, pelatih Medan Falcons Tirta Bhagasasi, Ariyanto Joko Sutrisno, menilai timnya tidak kalah dari sisi permainan.
Menurutnya, hasil pertandingan lebih ditentukan oleh faktor momentum dan penyelesaian akhir, terutama pada set ketiga yang berjalan sangat ketat.
Ia mengakui masih ada pekerjaan rumah terkait ketenangan pemain dan konsistensi saat berada dalam posisi unggul.
Hal senada disampaikan salah satu pemain Medan Falcons, Bagus Wahyu. Ia menilai persaingan di Proliga menuntut kesiapan fisik dan mental yang tinggi. Meski timnya sudah berusaha maksimal, hasil akhir belum berpihak.
Dari kubu LavAni, asisten pelatih Erwin Rusni justru menilai performa timnya belum berada di level ideal.
Ia menyebut masih banyak aspek yang harus dievaluasi, mulai dari penerimaan bola, servis, hingga koordinasi blok, termasuk kontribusi pemain asing yang dinilai belum maksimal.
Sementara itu, pemain LavAni Dafa mengungkapkan kemenangan diraih berkat suasana tim yang tetap menikmati pertandingan meski berada dalam tekanan.
Menurutnya, fokus dan kebersamaan menjadi kunci hingga LavAni mampu menutup laga dengan hasil positif.***