Usai laga, pelatih Medan Falcons Tirta Bhagasasi, Ariyanto Joko Sutrisno, menilai timnya tidak kalah dari sisi permainan.
Menurutnya, hasil pertandingan lebih ditentukan oleh faktor momentum dan penyelesaian akhir, terutama pada set ketiga yang berjalan sangat ketat.
Ia mengakui masih ada pekerjaan rumah terkait ketenangan pemain dan konsistensi saat berada dalam posisi unggul.
Hal senada disampaikan salah satu pemain Medan Falcons, Bagus Wahyu. Ia menilai persaingan di Proliga menuntut kesiapan fisik dan mental yang tinggi. Meski timnya sudah berusaha maksimal, hasil akhir belum berpihak.
Dari kubu LavAni, asisten pelatih Erwin Rusni justru menilai performa timnya belum berada di level ideal.
Ia menyebut masih banyak aspek yang harus dievaluasi, mulai dari penerimaan bola, servis, hingga koordinasi blok, termasuk kontribusi pemain asing yang dinilai belum maksimal.
Sementara itu, pemain LavAni Dafa mengungkapkan kemenangan diraih berkat suasana tim yang tetap menikmati pertandingan meski berada dalam tekanan.
Menurutnya, fokus dan kebersamaan menjadi kunci hingga LavAni mampu menutup laga dengan hasil positif.***
Artikel Terkait
Proliga 2026 Memanas, Jakarta Electric PLN Tekuk Bandung BJB Tandamata di Duel Lima Set, Cek Klasemen Sementara
Duel Gengsi Proliga 2026, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Gresik Phonska Plus Indonesia, Megawati Jadi Sorotan
Prediksi Proliga 2026, Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, Duel Megawati dan Bytsenko
Megawati Hangestri Tersungkur, Jakarta Pertamina Enduro Kalah Perdana, Gresik Phonska Plus Meroket di Proliga 2026
Megawati Hangestri Tantang Dominasi Pemain Asing, Tembus 10 Besar Top Skor Proliga 2026, Ini Daftar Lengkapnya!
Drama Proliga 2026, Medan Falcons Tumbang Dramatis dari Jakarta Electric PLN dalam Duel Fullset