JAKARTA, Mediapriangan.com - Babak krusial Proliga 2026 segera dimulai. Empat tim terbaik dipastikan melaju ke final four Proliga 2026 setelah fase reguler resmi berakhir. Persaingan diprediksi kian ketat saat perebutan gelar juara memasuki seri awal April mendatang.
Namun di tengah panasnya atmosfer Proliga 2026, perhatian publik justru tertuju pada Megawati Hangestri Pertiwi. Opposite andalan Jakarta Pertamina Enduro itu menjadi sorotan setelah namanya ramai dikaitkan dengan sejumlah klub Liga Voli Putri Korea untuk musim 2026/2027.
Di tengah persiapan menghadapi final four Proliga 2026, Megawati Hangestri disebut tidak hanya dipantau mantan klubnya, Daejeon JungKwanJang Red Sparks, tetapi juga diminati klub asal Seoul, GS Caltex.
Situasi ini tak lepas dari perubahan regulasi di Liga Voli Putri Korea yang memungkinkan perekrutan pemain asing dilakukan lebih fleksibel tanpa terikat sistem draft seperti sebelumnya.
Meski rumor Liga Voli Putri Korea terus bergulir, Megawati Hangestri memilih menaruh fokus penuh pada target Jakarta Pertamina Enduro di final four Proliga 2026.
Megawati Hangestri menegaskan komitmen tim untuk mempertahankan performa terbaik sekaligus membenahi sejumlah kekurangan selama musim reguler.
“Semoga kita bisa menghasilkan yang terbaik, tentunya mempertahankan hasil tahun lalu, kalau bisa lebih baik lagi,” kata Megawati usai latihan di Pertamina Arena Simprug, Jakarta, Selasa.
Baca Juga: Jakarta Popsivo Polwan Juara Putaran Kedua Babak Regular, Siap Guncang Final Four Proliga 2026
Dalam Proliga 2026 musim ini, Jakarta Pertamina Enduro melaju bersama tiga tim lain, yakni Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, Jakarta Electric PLN Mobile, dan Jakarta Popsivo Polwan.
Keempatnya akan bersaing dalam tiga seri final four Proliga 2026 yang digelar di Surabaya, Semarang, dan Solo sebelum grand final di Yogyakarta.
Megawati Hangestri mengakui masih ada sejumlah catatan evaluasi yang harus diselesaikan timnya. Ia menilai hasil musim lalu tidak boleh membuat skuad cepat puas, terlebih kekuatan lawan di final four Proliga 2026 jauh lebih merata.
Salah satu evaluasi muncul setelah laga terakhir fase reguler menghadapi Phonska Plus Pupuk Indonesia. Efektivitas serangan dan penyelesaian akhir dinilai belum optimal.