Nama berikutnya adalah Jung Ho-young, middle blocker berusia 24 tahun. Ia disebut sebagai salah satu pemain yang memiliki prospek cerah di pasar transfer V-League.
Kontraknya akan berakhir setelah musim 2025/2026, sehingga statusnya sebagai agen bebas membuka peluang bagi klub lain untuk mendekatinya.
Selain itu, Lee Seon-woo juga akan berstatus free agent. Opposite timnas voli putri Korea Selatan berusia 23 tahun itu sebelumnya mendapat kesempatan bermain reguler setelah Megawati tidak memperpanjang kontrak.
Dalam beberapa kesempatan, pelatih Ko Hee-jin bahkan melakukan rotasi posisi untuk memaksimalkan kontribusinya.
Untuk musim 2026/2027, Seon-woo termasuk salah satu pemain yang diminati banyak klub. Jika Red Sparks ingin mempertahankannya, maka klub tersebut harus menyesuaikan nilai kontraknya sesuai regulasi Liga Voli Korea.
Di antara klub lain yang juga mengincar pemain-pemain tersebut, Hyundai Hillstate disebut sebagai salah satu tim yang serius membangun ulang kekuatan.
Keputusan pensiunnya salah satu pemain senior membuat mereka membutuhkan pengganti di posisi middle blocker.
Situasi pasar pemain yang dinamis di Liga Voli Korea membuat nama Megawati Hangestri semakin menarik perhatian.
Jika ia memutuskan kembali ke Red Sparks atau menerima tawaran dari GS Caltex, keputusan tersebut akan menjadi salah satu transfer paling disorot pada musim mendatang.***