KOREA, Mediapriangan.com - Panggung bola voli profesional di Negeri Ginseng dipastikan bakal menyajikan atmosfer pertarungan yang benar-benar segar.
Hilangnya satu figur ikonik yang selama ini menjadi kiblat prestasi di liga domestik memaksa seluruh kontestan untuk menata ulang strategi dan kewaspadaan mereka dalam memperebutkan takhta tertinggi.
Bagi para pemain asing yang memutuskan kembali berkarier di sana, situasi ini menghadirkan sebuah lanskap kompetisi yang sangat berbeda.
Fokus utama kini tidak lagi tertuju pada cara meredam kedigdayaan sang legenda, melainkan bagaimana menaklukkan peta persaingan bintang voli asia yang kini menjadi jauh lebih merata dan sulit diprediksi.
Tantangan baru tersebut kini berada di depan mata pevoli putri andalan Indonesia, Megawati Hangestri.
Setelah sempat menepi selama satu musim dari ketatnya atmosfer pertandingan di V-League, pemain yang akrab disapa Megatron ini datang membawa ambisi baru untuk merebut gelar yang belum sempat ia rasakan.
Langkah pembuktian tersebut akan ia rintis dengan mengenakan seragam tim yang berbeda dari masa lalunya.
Bergabungnya Megawati Hangestri ke dalam skuad utama Hyundai Hillstate diproyeksikan menjadi kekuatan menakutkan yang siap meruntuhkan dominasi klub-klub mapan lainnya.
Petualangan teranyar ini dipastikan berjalan unik karena hilangnya musuh bebuyutan yang kerap menjegal langkahnya di fase krusial.
Sosok yang dikenal luas sebagai Ratu Voli Korea kini sudah tidak akan tampak lagi di dalam lapangan pertandingan karena telah memutuskan untuk menyudahi karier profesionalnya sebagai atlet.
Absennya sang legenda menjadi lembaran baru bagi perjalanan karier Megawati di luar negeri.
Sepanjang sejarah keikutsertaannya terdahulu, sang Ratu Voli Korea selalu menjadi tembok tebal yang menggagalkan impian besar atlet asal Jember tersebut untuk naik ke podium tertinggi.