KOVO sendiri mengakui penyusunan jadwal bukan perkara mudah. Format liga dengan tujuh tim di sektor putra dan putri membuat rotasi pertandingan akhir pekan cukup rumit.
Meski demikian, operator liga tetap mencoba mencari format ideal. Salah satu opsi yang dibahas ialah menggelar dua pertandingan putra dan satu laga putri pada Sabtu, lalu satu laga putra dan dua pertandingan putri pada Minggu.
Skema tersebut diyakini bisa menambah dua hingga tiga pertandingan akhir pekan dalam satu musim. Efeknya diperkirakan mampu mendongkrak jumlah penonton hingga ribuan orang untuk setiap klub peserta.
Di sisi lain, pihak penyiar televisi mengingatkan bahwa peningkatan pertandingan akhir pekan belum tentu otomatis meningkatkan rating siaran.
Kepala Divisi Olahraga KBSN, Baek Jeong-hyun, menyebut persaingan tayangan akhir pekan jauh lebih berat dibanding hari kerja.
"Pendapatan iklan dari satu pertandingan Korean Series setara dengan pendapatan iklan dari seluruh musim V League. Pada akhirnya, kemampuan untuk menghasilkan pendapatan adalah poin kuncinya," jelas Baek Jeong-hyun.
Meski begitu, media dan penggemar tetap melihat langkah KOVO sebagai peluang besar memperluas pasar V League.
Reporter JoongAng Ilbo Kim Hyo-kyung menilai laga akhir pekan lebih mudah diakses penonton umum dibanding pertandingan hari kerja.
Popularitas Megawati Hangestri bersama para bintang lain seperti Vanja Bukilic dan Jordan Wilson pun diyakini dapat membantu V League menjangkau lebih banyak penggemar baru apabila pertandingan akhir pekan benar-benar diperbanyak musim depan.***