"Sebenarnya nggak ada cara yang sangat signifikan sih menurut aku, karena aku orangnya suka ngobrol, orangnya santai. Jadi mungkin dari situ jadi kebiasaan enjoy dalam keseharian aku," imbuhnya.
"Aku tipenya, aku ngajak ngobrol mereka (pemain lain) jadi akrabnya lebih cepat, dan aku lebih bisa beradaptasi dengan cepat di Korea," jelasnya.
Di balik kesuksesannya bersama Red Sparks dan kini bergabung dengan Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri juga mengungkap fase tersulit yang pernah dialaminya selama berkarier di Liga Voli Korea.
"Latihan sebelum V League dimulai, yang bulan Oktober, atau bulan Juli, Agustus, September. Yang itu menurut aku hari-hari yang sangat berat setiap harinya," tuturnya.
Untuk menjaga kondisi mental dan mengatasi kejenuhan selama menjalani latihan berat, Megawati Hangestri memiliki cara sederhana yang rutin dilakukan saat mendapat waktu luang.
"Cara untuk mengatasinya, kalau dapat free day atau lagi off latihannya, sebisa mungkin jalan-jalan biar me-refreshing otaknya," kata Mega.
Kini, dengan status baru sebagai pemain Hyundai Hillstate, perhatian publik kembali tertuju kepada Megawati Hangestri.
Kehadirannya di V League 2026/2027 tidak hanya dinantikan pendukung Hyundai Hillstate, tetapi juga para pencinta voli Indonesia yang berharap sang bintang kembali menunjukkan performa terbaiknya di Liga Voli Korea.***