Karena itu, ketika dirinya mendapat julukan "Kim Yeon Kyung nya Indonesia" dari media Korea, Megawati Hangestri mengaku merasa malu dan tidak pantas disandingkan dengan legenda voli Korea Selatan tersebut.
Meski demikian, perhatian itu menjadi motivasi tersendiri bagi Megawati untuk terus berkembang dan memberikan pengaruh positif bagi generasi muda, khususnya dalam mendorong kemajuan voli putri Indonesia.
“Saya benar-benar merasakan bahwa status voli putri di Indonesia telah meningkat. Saya juga mendengar bahwa jumlah pemain muda yang ingin bermain voli telah meningkat,” ucapnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa perhatian Megawati Hangestri tidak hanya tertuju pada pencapaian pribadi.
Mega juga melihat perubahan yang terjadi di tanah air, terutama semakin besarnya ketertarikan generasi muda terhadap olahraga voli.
Bagi Megawati Hangestri, perkembangan tersebut merupakan hal yang patut disyukuri. Popularitas pemain Indonesia di luar negeri dapat menjadi pintu untuk memperkenalkan lebih luas potensi voli putri Indonesia.
Hal itu pula yang membuat kemunculan Megawati Hangestri di sampul The Volleyball Magazine terasa lebih bermakna.
Sampul tersebut bukan sekadar penampilan seorang atlet dalam sebuah majalah, tetapi juga menjadi gambaran tentang meningkatnya perhatian terhadap pemain Indonesia di panggung voli Korea.
Sementara itu, The Volleyball Magazine menjadi ruang bagi Megawati Hangestri untuk menceritakan perjalanan yang tidak selalu terlihat ketika ia bertanding.
Mulai dari perjuangan membagi waktu antara pendidikan dan latihan, pengalaman bermain di sejumlah negara, hingga tantangan sebagai pemain kuota Asia di Korea.
Kisah tersebut membuat perjalanan Megawati Hangestri di V-League memiliki dimensi yang lebih luas. Ia bukan hanya datang sebagai pemain yang dituntut menghasilkan poin, tetapi juga membawa pengalaman dan harapan dari perkembangan voli putri Indonesia.
Bagi penggemar di Tanah Air, kemunculan Megawati Hangestri di The Volleyball Magazine menjadi cerita yang layak dirayakan.