Bagi Hanif Thamrin, kemenangan tersebut menunjukkan perubahan dalam cara Timnas Indonesia menghadapi pertandingan dengan tekanan besar. Ia menilai final bukan sekadar pertandingan yang harus dijalani, tetapi momentum yang harus dituntaskan dengan kemenangan.
“Final itu untuk dimenangkan, bukan untuk dimainkan,” kata Hanif Thamrin dalam analisisnya mengenai kemenangan Indonesia atas Thailand.
Penilaian tersebut semakin kuat jika melihat perjalanan pertandingan. Timnas Indonesia sempat unggul, kemudian kehilangan keunggulan, tertinggal pada masa perpanjangan waktu, lalu kembali menyamakan kedudukan sebelum menghadapi adu penalti.
Baca Juga: 67 Ribu Tiket Final Indonesia-Thailand Terjual, SUGBK Bersiap Dipadati Suporter
Menurut Hanif Thamrin, rangkaian tersebut memperlihatkan perubahan mentalitas yang penting bagi skuad Garuda.
“Satu gelar sudah dicure. Mental block yang selama ini ada berhasil kita runtuhkan,” ujar Hanif Thamrin.
Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 pun menjadi capaian penting bagi Timnas Indonesia. Indonesia juara setelah melewati final dengan tekanan tinggi dan mampu menjaga konsentrasi hingga penentuan terakhir.
Keberhasilan tersebut juga menjadi trofi internasional pertama Indonesia di luar medali emas SEA Games. Karena itu, FIFA ASEAN Cup 2026 memberikan catatan baru dalam perjalanan Timnas Indonesia.
Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga momentum setelah keberhasilan tersebut. Mental block yang disebut telah runtuh harus dibuktikan kembali dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.
Bagi Timnas Indonesia, gelar ini bukan sekadar catatan juara. Cara mereka bangkit dari ketertinggalan dan memenangkan adu penalti membuat keberhasilan di FIFA ASEAN Cup 2026 terasa semakin penting.***