Penyelenggaraan MotoGP Indonesia tidak hanya berkaitan dengan kompetisi di lintasan. Ajang tersebut juga menjadi sarana promosi pariwisata, khususnya bagi Lombok dan Nusa Tenggara Barat.
Kehadiran pembalap, tim, ofisial, media, serta penonton dari berbagai negara membuka peluang aktivitas ekonomi di sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan jasa pariwisata.
Jika rencana keberlanjutan MotoGP Mandalika terealisasi, Indonesia berpeluang mempertahankan eksposur internasional melalui agenda olahraga tahunan tersebut.
Di sisi lain, penyelenggaraan jangka panjang membutuhkan koordinasi antara pemerintah, pengelola Pertamina Mandalika International Circuit, dan Dorna Sports sebagai pemegang hak komersial kejuaraan.
Pernyataan Carlos Ezpeleta pada Jumat (9/10/2026) menjadi indikasi bahwa Dorna Sports masih ingin mempertahankan Indonesia dalam peta penyelenggaraan MotoGP dunia setidaknya hingga 2031.***