Terinspirasi SKJ, Senam Sicita Hadir Dengan Instrumen Lebih Bervariasi dan Kekinian

photo author
D Kamil, Media Priangan
- Jumat, 20 Mei 2022 | 20:53 WIB

Mediapriangan.com - Sedikitnya 100 orang dari berbagai kalangan usia dan profesi, termasuk sejumlah pelajar SMA, memadati lapangan Desa Tanjungsari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (20/5/2022). 

Mereka sangat antusias mengikuti setiap gerakan senam yang dinamai dengan Senam Indonesia Cinta Tanah Air (SICITA), yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya. 

"Hari ini kami menggelar SICITA yang diikuti oleh para pengurus partai dan juga masyarakat umum. Baik dilaksanakan secara langsung  maupun virtual di tingkat pengurus anak cabang (PAC), hingga ranting," kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya, Aep Syarifudin. 

SICITA yang digagas Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri ini terang Aef, juga dilaksanakan secara serentak di seluruh kota/kabupaten di Indinesia, sebagai rangkaian HUT PDI Perjuangan ke-49.

"Gerakan ini merupakan salah satu wujud perhatian PDIP terhadap dunia olahraga, sekaligus upaya membangun bangsa yang besar ini,  bangsa yang sehat secara jasmani dan memiliki jiwa serta pikiran yang kuat. Mens Sana In Corpore Sano," ujarnya. 

-

Menurutnya, selain dalam rangka HUT PDI Perjuangan yang mengusung tema Bangunlah Jiwa dan Badannya untuk Indonesia Raya, senam serentak ini dilaksanakan dalam rangka memecahkan rekor Muri baru bahkan diharapkan bisa masuk rekor dunia. 

"Karena dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, tentunya jumlah peserta senamnya banyak. Di Kabupaten Tasikmalaya ini saja tidak kurang dari tiga ribu peserta. Mudah-mudahan masuk rekor Muri seperti yang diharapkan Ketua Umum," tutur Aef. 

Dia menambahkan, SICITA juga dicanangkan sebagai gerakan senam resmi di masyarakat termasuk di dunia pendidikan, sebagaimana yang pernah terjadi di Indonesia yaitu Senam Kesegaran Jasmani (SKJ).

"Kita akan terus sosialisasikan kepada masyarakat, agar lebih mengenal SICITA. Kita juga akan menggelar lomba SICITA di tingkat desa, kecamatan juga kabupaten. Targetnya, SICITA menjadi gerakan masif di tataran masyarakat Kabupaten Tasikmalaya," kata dia. 

Lebih lanjut Aef menjelaskan, secara umum gerakan SICITA ini tidak jauh berbeda dari SKJ. Namun instrumen yang mengiringi setiap gerakan SICITA ini lebih bervariasi dan kekinian. 

"Kombinasi lagu nasional dan lagu-lagu daerah membuat setiap gerakan SICITA ini lebih ringan, mudah dan menggembirakan serta bermakna kebangsaan. Berharap SICITA ini ke depan, menjadi senam nasional," ucapnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: D Kamil

Tags

Rekomendasi

Terkini

X