Tak hanya itu, kualitas bantalan kursi juga menjadi sorotan.
“Yang kedua, kursinya agak tipis dan agak keras. Tapi itu hal yang masih bisa dimaklumi,” lanjutnya.
Meski keluhan ini tergolong minor di tengah banyaknya keunggulan digital yang ditawarkan, faktor kenyamanan tetap menjadi aspek vital dalam pengalaman berkendara.
Terutama bagi pengguna yang menghabiskan waktu cukup lama di dalam kabin.
Wuling Motors sendiri belum merespons secara langsung kritik ini. Namun, masukan dari para pengguna tentu menjadi bahan evaluasi penting bagi pengembangan produk di masa depan.
Dengan popularitas mobil listrik yang terus meningkat di Indonesia, keseimbangan antara teknologi dan kenyamanan menjadi kunci untuk memenangkan hati konsumen.
Wuling Air EV mungkin sudah unggul dalam hal fitur, namun ruang untuk perbaikan selalu terbuka di sisi ergonomis dan kenyamanan fisik.***