Menurut ulasan Top Gear, langkah Porsche menggunakan mesin empat silinder disebut sebagai strategi untuk mengejar efisiensi bahan bakar dan menurunkan emisi karbon.
Sayangnya, langkah ini dinilai mengorbankan performa dan suara khas mesin Porsche yang selama ini menjadi daya pikatnya.
"Di atas kertas, konsumsi bahan bakar mobil ini mencapai 30 mpg, tetapi pengorbanan suara mesin dan sensasi berkendara membuat sebagian pecinta otomotif kecewa," tulis Top Gear dalam artikelnya yang dikutip Minggu, 3 Agustus 2025.
Desain Menggoda tapi Bukan untuk Jalanan Kota?
Bentuk eksterior Porsche 718 Cayman juga menuai pujian karena dianggap berhasil memadukan gaya klasik dan modern.
Gril depan diperluas dengan desain terbuka yang menciptakan kesan lebih agresif. Namun, perubahan ini dinilai lebih ke arah estetika semata, tanpa memberikan pengaruh signifikan terhadap aerodinamika saat digunakan di jalanan umum.
Top Gear bahkan menyebut desain semacam ini lebih cocok digunakan di lintasan sirkuit atau jalan tol dengan permukaan yang mulus.
Sementara jika digunakan di jalanan kota yang penuh risiko dan lalu lintas padat, Porsche 718 Cayman justru berpotensi kurang optimal.
Viralnya Insiden Jadi Pengingat bagi Pecinta Mobil Sport
Insiden serempetan truk ini bukan hanya soal kerusakan bodi mobil mahal, tetapi juga menyulut diskusi soal nilai sebenarnya dari mobil sport di tengah kondisi jalanan Indonesia yang tidak selalu ideal.
Porsche 718 Cayman tetaplah simbol kemewahan dan performa. Namun, pengalaman berkendara yang ditawarkan mungkin tak sepenuhnya sebanding dengan label harganya jika digunakan di jalanan harian.
Bagaimana menurut kamu, apakah mobil sport seperti ini memang layak untuk jalanan Indonesia atau lebih pas diparkir di garasi sebagai koleksi semata?***