Suspensi Kaku dan Kabin yang Kurang Lega
Kelebihan dari interior BMW X3 terletak pada panel dasbor melengkung dan layar digital 12,3 inci yang terintegrasi.
Sayangnya, ruang kabin tidak mengalami peningkatan berarti, terutama dalam hal kelapangan bagi penumpang belakang.
Tak hanya itu, suspensinya juga menjadi sorotan. Dalam pengujian, suspensi dinilai terlalu kaku, terutama pada model dengan roda opsional 20 inci. Justru varian dengan roda 21 inci disebut lebih nyaman digunakan.
"Suspensinya cukup kaku, sehingga pada jalanan tidak rata terasa kurang stabil, terutama untuk varian dengan roda 20 inci," tambah Business Car UK.
Fitur Bantuan Berkendara Dinilai Standar
BMW X3 mencoba mengadopsi elemen desain dari lini kendaraan listrik BMW iX.
Namun, pendekatan ini dinilai kurang berani karena tidak membawa inovasi signifikan dari segi fungsi maupun fitur.
Fitur seperti Driving Assistant dan Parking Assistant memang tersedia sebagai standar, namun dianggap bukan keunggulan karena sudah umum dimiliki kompetitor lain di kelas yang sama.
Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa BMW X3 tetap menarik perhatian di GIIAS 2025 dan berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu SUV paling diminati pengunjung.
Hanya saja, di tengah persaingan pasar SUV premium yang semakin ketat, pengembangan fitur dan peningkatan kenyamanan tampaknya harus menjadi fokus BMW untuk menjaga kepercayaan pasar.***