otomotif

Bukan Hanya Oli, Ini Deretan Komponen Otomotif yang Paling Sering Dipalsukan dan Berbahaya bagi Pengendara

Minggu, 31 Agustus 2025 | 09:39 WIB
Foto Ilustrasi - Busi menjadi salah satu komponen kendaraan yang kerap dipalsukan. (Unsplash/Mufid Majnun)

Mediapriangan.com - Maraknya pemalsuan produk otomotif masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Tidak hanya merugikan konsumen, peredaran spare part palsu juga mengancam keselamatan pengendara di jalan.

Selama ini, oli kerap menjadi sorotan sebagai produk yang paling sering ditiru. Namun, ternyata masih ada banyak komponen kendaraan lain yang rawan dipalsukan dan beredar luas dengan harga murah.

Salah satu yang paling berbahaya adalah komponen rem. Mulai dari kampas, cakram, hingga minyak rem, semuanya sangat vital untuk keamanan berkendara. Rem palsu biasanya dibuat dari bahan berkualitas rendah sehingga cepat aus, licin, dan berpotensi memicu kecelakaan fatal.

Baca Juga: Deretan Mobil Murah 2025 Paling Dicari, Cocok untuk Anak Muda Aktif hingga Keluarga Muda yang Butuh Kendaraan Praktis

Selain rem, busi juga menjadi target pemalsuan. Komponen kecil ini sangat dibutuhkan dan mudah dipasarkan, membuatnya rentan ditiru.

Penggunaan busi palsu bisa menurunkan performa mesin secara drastis dan bahkan menyebabkan kendaraan sulit dinyalakan.

Filter kendaraan pun tak luput dari pemalsuan, baik filter oli, udara, maupun bahan bakar. Produk tiruan biasanya tidak mampu menyaring kotoran secara optimal, yang pada akhirnya bisa merusak mesin dalam jangka panjang.

Baca Juga: Kenali 3 Cara Bedakan Oli Motor Asli dan Palsu, Jangan Sampai Mesin Rusak Gara-Gara Tergiur Harga Murah

Komponen lain seperti aki kendaraan juga banyak dipalsukan. Meski dijual dengan harga lebih murah, aki tiruan umumnya berdaya rendah dan masa pakainya singkat, sehingga sering mengecewakan pengguna.

Tak berhenti di situ, lampu kendaraan, ban rekondisi yang dijual seolah baru, hingga sabuk timing (timing belt) juga termasuk dalam daftar suku cadang yang sering dipalsukan.

Bahkan, produk pelumas tambahan (additive) ilegal juga banyak beredar, yang justru berisiko merusak mesin alih-alih meningkatkan performanya.

Baca Juga: Rayakan 55 Tahun di Indonesia, Mitsubishi Fuso Hadirkan Program 'Jalan-Jalan Merdeka' Berhadiah Liburan hingga Umroh

Untuk menghindari kerugian sekaligus menjaga keamanan, masyarakat diimbau lebih waspada saat membeli komponen otomotif.

Cara terbaik adalah berbelanja di bengkel resmi Yamaha, Honda, Suzuki, atau melalui distributor terpercaya yang menjamin keaslian produk. Pastikan pula barang memiliki nomor resmi dan label autentik.***

Tags

Terkini