otomotif

Kemenperin Dorong IKM Otomotif Naik Kelas Lewat Material Center Purbalingga, Siap Masuk Rantai Pasok Global

Senin, 1 September 2025 | 08:17 WIB
Foto Ilustrasi - Kemenperin berkomitmen memperkuat IKM otomotif lewat Material Center Purbalingga. (Unsplash/lennykuhne)

Mediapriangan.com - Upaya pemerintah memperkuat Industri kecil dan menengah (IKM) komponen Otomotif kini memasuki babak baru. Kemenperin meresmikan Material Center di Purbalingga, Jawa Tengah, yang difungsikan sebagai pusat penyediaan bahan baku logam berkualitas dengan harga terjangkau.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, akses terhadap bahan baku standar industri menjadi salah satu kunci keberhasilan IKM agar mampu bersaing di rantai pasok global.

"Melalui upaya strategis ini, kami optimistis, IKM alat angkut dapat semakin produktif, efisien, dan siap terintegrasi ke dalam jaringan industri otomotif nasional maupun global," ujarnya, Jumat, 29 Agustus 2025.

 

Baca Juga: Fitur Mobil Modern Wajib Punya ADAS hingga Keyless Entry, Begini Cara Teknologi Baru Tingkatkan Keamanan

Material Center yang dikelola UPTD Pengembangan Industri Logam (PILOG) disebut sebagai solusi nyata atas persoalan klasik IKM, yaitu sulitnya memperoleh material logam berkualitas.

Fasilitas ini diharapkan dapat menjaga kesinambungan ekosistem rantai pasok otomotif dalam negeri.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menyebut keberadaan Material Center bukan hanya mendukung kebutuhan produksi, tetapi juga memperkuat posisi IKM dalam ekspor komponen otomotif.

Baca Juga: Bukan Hanya Oli, Ini Deretan Komponen Otomotif yang Paling Sering Dipalsukan dan Berbahaya bagi Pengendara

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), ekspor kendaraan roda dua Indonesia sepanjang Januari–Juli 2025 menembus lebih dari 5,19 juta unit CBU dan CKD, ditambah 75,7 juta unit part by part.

“Capaian ini membuktikan bahwa produk otomotif Indonesia, termasuk komponen yang dihasilkan IKM, semakin diminati pasar global,” tegas Reni.

Untuk tahap awal, Kemenperin bekerja sama dengan pemasok logam nasional dan telah melakukan pengiriman perdana sekitar 8 ton material pada 20 Agustus 2025. Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut, Dini Hanggandari menekankan pentingnya langkah ini.

Baca Juga: Deretan Mobil Murah 2025 Paling Dicari, Cocok untuk Anak Muda Aktif hingga Keluarga Muda yang Butuh Kendaraan Praktis

"Ketersediaan bahan baku adalah menjadi hal utama dalam keberlangsungan usaha IKM. Dengan adanya pengiriman perdana ini, kami ingin memastikan para pelaku IKM tidak lagi terkendala dalam memproduksi komponen otomotif," jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini