Mediapriangan.com - Motor listrik saat hujan masih menjadi pertanyaan bagi sebagian calon maupun pemilik kendaraan listrik. Kekhawatiran muncul karena kendaraan ini mengandalkan baterai, controller, serta sejumlah komponen elektronik untuk menghasilkan tenaga.
Namun, terkena air bukan berarti motor listrik otomatis berbahaya. Kendaraan yang memang dirancang untuk penggunaan di jalan raya telah memiliki perlindungan terhadap air sesuai standar dan spesifikasi yang ditetapkan produsennya.
Hal yang perlu diperhatikan justru adalah batas kemampuan kendaraan tersebut. Kondisi hujan biasa tidak dapat disamakan dengan ketika motor harus melewati genangan tinggi atau bahkan banjir.
Baca Juga: Mobil Formula E GEN4 Bisa Tembus 335 Km/Jam, Bridgestone Kenalkan Ban Balap POTENZA GEN4
Karena itu, anggapan bahwa motor listrik tidak aman ketika terkena hujan tidak sepenuhnya tepat. Selama digunakan sesuai petunjuk dan spesifikasi kendaraan, motor listrik tetap dapat dikendarai ketika hujan.
Kementerian ESDM juga pernah melakukan pengujian endurance terhadap motor hasil konversi kendaraan listrik dengan jarak tempuh 10.000 kilometer selama 48 hari. Pengujian mencakup berbagai kondisi jalan, mulai dari tanjakan, turunan, kemacetan, hingga penggunaan dalam cuaca hujan dan panas.
Meski demikian, hasil pengujian tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk menganggap semua kendaraan listrik bebas digunakan dalam kondisi apa pun. Setiap model mempunyai batas teknis yang perlu dipahami pemiliknya.
Baca Juga: Suzuki Jimny Heritage 2026 Kembali Diburu, Cuma 300 Unit dan Kini Hadir dengan Transmisi Otomatis
Memahami Rating IP
Salah satu informasi penting yang perlu diperiksa sebelum menggunakan motor listrik saat hujan adalah IP Rating atau Ingress Protection.
Kode tersebut menunjukkan tingkat perlindungan sebuah komponen terhadap benda padat dan air. Semakin sesuai tingkat perlindungannya dengan kebutuhan penggunaan, semakin jelas pula batas paparan air yang dapat ditangani komponen tersebut.
Sejumlah produk motor listrik menggunakan baterai dengan rating IP67. ALVA, misalnya, menjelaskan bahwa baterai pada seluruh lini produknya memiliki sertifikasi IP67.
Polytron juga pernah menyebut baterai Fox-R memiliki sertifikasi IPX67 setelah melalui pengujian ketahanan terhadap air dan debu.
Namun, angka tersebut tidak berarti seluruh bagian motor dapat direndam air atau digunakan tanpa batas ketika menghadapi banjir. Rating IP diberikan berdasarkan komponen dan kondisi pengujian tertentu.