Hindari Semprotan Air Bertekanan Tinggi
Motor listrik tetap perlu dibersihkan, tetapi mencuci kendaraan tidak berarti semua komponennya boleh terkena semprotan air bertekanan tinggi.
ALVA menyarankan pengguna tidak mengarahkan pressure washer secara langsung ke bagian tertentu. Sebelum mencuci, penutup komponen yang berkaitan dengan kelistrikan juga harus dipastikan tertutup dengan baik.
Setelah selesai dicuci, kendaraan sebaiknya dikeringkan menggunakan kain yang sesuai. Charging port, celah panel, serta bagian bawah motor perlu mendapat perhatian karena area tersebut lebih mudah terkena cipratan air dan kotoran dari jalan.
Apa yang Dilakukan Setelah Motor Kehujanan?
Pemilik tidak perlu panik ketika motor listrik terkena hujan. Setelah tiba di lokasi tujuan, kendaraan sebaiknya diparkir di tempat yang aman dan tidak tergenang.
Bagian yang basah dapat dikeringkan, terutama area charging port. Pengendara juga dapat memeriksa bagian bawah kendaraan untuk memastikan tidak ada lumpur atau kotoran yang menumpuk.
Apabila kendaraan baru saja melewati genangan cukup tinggi, perhatikan perubahan yang muncul setelah perjalanan. Indikator peringatan, gangguan tenaga, atau masalah pada sistem kelistrikan menjadi tanda bahwa kendaraan perlu diperiksa lebih lanjut.
Jika muncul kondisi tidak normal, pemeriksaan di bengkel resmi menjadi langkah yang lebih tepat daripada kembali menggunakan kendaraan seperti biasa.
Jangan Sembarangan Menerobos Genangan
Risiko terbesar ketika berkendara bukan hanya soal apakah motor listrik aman dari paparan air. Genangan yang tidak diketahui kedalamannya juga dapat menyimpan bahaya bagi pengendara.
Lubang jalan, benda tajam, permukaan licin, hingga arus air bisa menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan atau pengendara terjatuh.