Gelombang dari kendaraan lain juga perlu diperhitungkan. Air yang terdorong kendaraan dari arah berlawanan dapat memiliki tekanan berbeda dan berpotensi masuk ke bagian tertentu yang sebelumnya tidak terkena genangan.
Setelah melewati genangan air, sistem pengereman juga perlu diperiksa. Pengendara dapat melakukan pengereman secara perlahan beberapa kali untuk membantu mengembalikan daya cengkeram rem yang berkurang karena kondisi basah.
Langkah berikutnya adalah membersihkan kendaraan, terutama jika genangan yang dilewati bercampur lumpur atau kotoran. Motor listrik sebaiknya segera dibilas menggunakan air bersih setelah tiba di tempat tujuan.
Pembersihan tersebut penting untuk mengurangi risiko korosi pada kaki-kaki, baut dan sejumlah komponen berbahan logam. Sisa lumpur yang menempel terlalu lama dapat mempercepat munculnya masalah pada bagian tersebut.
Dengan demikian, pengguna Honda perlu memperhatikan batas 30 sentimeter, sedangkan Alva memiliki batas sekitar 50 sentimeter dalam kondisi darurat. Polytron mencantumkan kemampuan baterai bertahan dalam rendaman hingga 1 meter selama maksimal 30 menit.
Ketiga angka tersebut menjadi acuan teknis yang perlu dipahami sebelum motor listrik digunakan melewati genangan air. Namun, kondisi jalan, arus air, kecepatan kendaraan dan kedalaman sebenarnya tetap harus menjadi pertimbangan utama.
Pengendara Honda, Alva maupun Polytron sebaiknya tidak menjadikan kemampuan tahan air sebagai alasan untuk sengaja mencari genangan air yang dalam. Jika tersedia jalur alternatif yang lebih aman, memilih jalur tersebut tetap menjadi pilihan yang lebih bijak.***