Meskipun AI Steve, nama AI tersebut, gagal maju dalam pemilihan lokal karena kendala administratif, hal ini menunjukkan potensi AI dalam merubah dinamika politik di masa depan.
Penggunaan AI dalam kampanye politik, termasuk dalam Pilkada 2024 di Indonesia, mencerminkan perkembangan teknologi yang tidak hanya mengubah cara kita berinteraksi, tetapi juga bagaimana kita memilih pemimpin.
Namun, penting bagi semua pihak yang terlibat untuk memastikan bahwa penggunaan AI dilakukan secara etis dan bertanggung jawab demi menjaga kesehatan demokrasi.***