Setelah Awalnya Enggan, Gus Ibin Mendapat Dukungan Para Kyai NU dan Restu Ibunda untuk Maju dalam Pilkada Nganjuk 2024

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 20 Juli 2024 | 12:10 WIB
Bakal calon Bupati Nganjuk dalam Pilkada 2024, Gus Ibin bersama CEO Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono, dan Direktur SketsaNusantara.id di rumah pemenangan di Loceret, Nganjuk, pada Kamis, 18 Juli 2024.   (Promedia)
Bakal calon Bupati Nganjuk dalam Pilkada 2024, Gus Ibin bersama CEO Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono, dan Direktur SketsaNusantara.id di rumah pemenangan di Loceret, Nganjuk, pada Kamis, 18 Juli 2024. (Promedia)

 

Mediapriangan.com - Gus Muhammad Muhibbin Nur, atau yang akrab disapa Gus Ibin, pemuda asal Nganjuk, akhirnya memutuskan untuk maju dalam Pilkada 2024.

Meski awalnya enggan, restu dari sang ibunda menjadi pemicu utama bagi Gus Ibin untuk terjun ke dunia politik. Saat ini, ia menjadi salah satu bakal calon Bupati Nganjuk.

Berasal dari keluarga pesantren, yakni Pondok Pesantren Mojosari Nganjuk, Gus Ibin telah mengenyam pendidikan agama Islam yang mendalam sejak kecil.

Baca Juga: Sugiri Sancoko Menuju Pilkada Serentak 2024, Bekal Kombinasi Pengalaman sebagai Bupati Ponorogo dan Jurnalistik

Lingkungan pesantren yang kental dengan nilai-nilai keagamaan membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang berkomitmen terhadap syiar Islam.

Sebagai putra keempat dari KH Muhammad Nur dan Ibu Nyai H Maulidiyyatul Ummayyah, pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Al-Mardliyah Mojosari, Loceret, Nganjuk, Gus Ibin tumbuh dengan nilai-nilai keagamaan yang kuat.

Pondok Pesantren Mojosari sendiri adalah salah satu yang tertua di Nganjuk, dan telah melahirkan banyak tokoh ulama ternama.

Baca Juga: Pilkada 2024, Bunda Indah Amperawati Siap Membangun Ekonomi Lokal Lumajang dengan Kepemimpinan Berbasis Kemanusiaan

Sebagian besar hidup Gus Ibin dihabiskan untuk mengajar para santri dan membangun pesantren.

Keterlibatannya dalam dunia politik baru dimulai tiga bulan yang lalu, setelah melalui berbagai diskusi dengan para kyai melalui Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

“Tiga bulan lalu, saya tidak berpikir untuk mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Nganjuk,” ungkapnya saat berdiskusi dengan CEO Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono, dan Direktur SketsaNusantara.id di rumah pemenangannya di Loceret, Nganjuk, Kamis, 18 Juli 2024.

Baca Juga: Menyongsong Pilkada 2024, Gus Fawait, Politisi Muda Gerindra Siap Mengubah Jember dengan Visi Pembangunan Progresif

Diskusi para kyai akhirnya menghasilkan keputusan bahwa calon bupati Nganjuk harus berasal dari Pondok Pesantren Mojosari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X