CEO Meta, Mark Zuckerberg mengungkapkan rasa penasaran tentang cara DeepSeek berkembang, sementara CEO NVIDIA, Jensen Huang, memberikan pujian terhadap inovasi yang ditawarkan AI asal China tersebut.
Meta Tidak Mau Kalah dalam Persaingan
Sebagaimana dilaporkan oleh The Economic Times pada 28 Januari 2025, Mark Zuckerberg sebagai CEO Meta berusaha keras untuk bersaing dengan DeepSeek.
Zuckerberg mengamati bahwa DeepSeek bisa bersaing dengan biaya yang jauh lebih efisien daripada perusahaan-perusahaannya.
Baca Juga: Sri Mulyani Angkat Bicara! BGN Minta Tambah Anggaran MBG Rp100 Triliun, UMKM Auto Cuan?
Meta juga secara teratur melakukan evaluasi terhadap berbagai model AI yang kompetitif dalam rangka pengembangan AI mereka.
"Meta telah menyediakan empat 'ruang perang' bagi tim teknis untuk mempelajari model DeepSeek," ujar pernyataan resmi Meta kepada The Economic Times.
"Meta ingin mengetahui bagaimana DeepSeek dapat mengembangkan chatbot AI dengan biaya yang lebih rendah," lanjutnya.
Elon Musk Anggap Dampak DeepSeek Biasa Saja
CEO SpaceX, Elon Musk, meski turut memperhatikan kehadiran DeepSeek, cenderung lebih tenang dengan pergerakan pasar yang ditimbulkan oleh AI buatan China ini.
Dalam pandangannya, Musk lebih fokus pada inisiatif besar yang diambil oleh Trump, yang berencana untuk menginvestasikan dana besar demi menjaga dominasi AS dalam kompetisi kecerdasan buatan global.
"Jelas tidak," ungkap Musk secara lugas dalam wawancaranya dengan CEO Salesforce, Marc Benioff, yang membahas kebangkitan DeepSeek dalam dunia AI.
Presiden Trump baru-baru ini mengumumkan investasi besar senilai 500 miliar dolar untuk memastikan bahwa AS tetap menjadi pemimpin di bidang AI.