Selain teori, peserta juga menjalani simulasi kondisi darurat di tengah hutan, seperti menghadapi situasi tersesat atau kekurangan perbekalan.
"Praktik ini dilakukan di berbagai lokasi dalam hutan untuk mendekati simulasi nyata kondisi kritis," tambah Dini.
Baca Juga: 17 Istilah yang Wajib Diketahui Si Anak Gunung
Dini berharap pelatihan ini dapat memberikan bekal keterampilan bertahan hidup yang berguna di kehidupan sehari-hari.
"Kami ingin peserta mampu mengimplementasikan dan membagikan ilmu ini kepada komunitas mereka," katanya.
Lindri, salah satu peserta dari Malang, mengaku sangat antusias mengikuti WJSC.
"Saya ingin belajar lebih jauh tentang bertahan hidup di alam bebas, karena ilmu ini tidak cukup hanya dipelajari melalui teori atau video. Praktek langsung seperti di WJSC sangat penting," ungkapnya.***