wisata

Meriah dan Inklusif, Festival Golo Koe 2025 Siap Guncang Labuan Bajo dengandata:text/mce-internal,textarea_conte Perarakan Akbar dan Puncak Misa Agung

Rabu, 6 Agustus 2025 | 06:43 WIB

Baca Juga: Wisata Religi Jembrana, Ziarah ke Makam Buyut Lebai dan Ali Bafaqih, Jejak Islam di Tengah Budaya Hindu Bali

Mediapriangan.com - Labuan Bajo bersiap menyambut puncak Festival Golo Koe Bunda Maria Assumpta Nusantara 2025 yang akan digelar pada 10 hingga 15 Agustus mendatang.

Rangkaian pra-acara sudah berlangsung sejak 9 Juli melalui prosesi perarakan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara yang menjangkau 26 Paroki di Keuskupan Labuan Bajo, dan berakhir pada 4 Agustus di Paroki Santo Petrus, Manggarai Barat.

Perayaan religi Katolik ini dikemas dalam suasana budaya, spiritualitas, dan kebersamaan, menjadikannya bagian dari 10 besar event unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 versi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Baca Juga: Kolaborasi Budaya dan Alam! Weekend at Parapuar Cultural Hills X PENTAS Siap Ramaikan Labuan Bajo 26 Juli 2025

Tak hanya melibatkan umat Katolik, Festival Golo Koe menjadi simbol keberagaman dan toleransi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Prosesi akbar, pameran seni, karnaval budaya, teater rakyat, aksi cinta lingkungan, dan Misa Ekaristi Agung akan menjadi highlight utama festival di Marina Waterfront, Labuan Bajo.

“Festival Golo Koe bisa kita katakan merupakan salah satu perayaan religi akbar yang inklusif, karena melibatkan hampir seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali... Value inilah yang kami lihat menjadi daya tarik luar biasa dari festival ini,”
ujar Plt. Direktur Utama BPOLBF, Dwi Marhen Yono.

Ia menambahkan bahwa selain memperkuat identitas budaya dan spiritual, festival ini juga menjadi magnet wisata tahunan di kawasan mainland Labuan Bajo, yang dikenal selama ini lewat destinasi alam dan bahari.

Baca Juga: Sensasi River Tubing 625 Meter di Gatep Lawas, Hidden Gem Wisata Air Seru dan Murah Meriah di Buleleng Bali

Dalam keterangan resmi, Ketua Umum Festival, RD. Rikardus Manggu, menyampaikan bahwa acara ini lahir dari semangat kebersamaan masyarakat Flores yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan cinta lingkungan.

“Festival ini lahir dari rahim spiritualitas masyarakat Flores yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, penghormatan terhadap alam, serta penghargaan terhadap martabat manusia..."

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival, Fransiskus Sales Sodo, menyampaikan bahwa perayaan ini turut mendorong Flores sebagai pusat wisata rohani Katolik yang semakin dikenal luas di Indonesia.

Baca Juga: Desa Wisata Perancak, Surga Tersembunyi di Bali Barat, Sunset, Lepas Tukik, hingga Kuliner Pindang yang Menggoda

"Festival ini bukan hanya perayaan iman, tetapi juga refleksi dari kekayaan budaya lokal yang telah diwariskan lintas generasi..."

Kolaborasi antara Keuskupan Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, pemerintah daerah, pelaku pariwisata, komunitas adat, dan anak muda Manggarai Barat membuat Festival Golo Koe menjadi ajang yang dinantikan setiap tahun.

Halaman:

Tags

Terkini