293 Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, Dirawat di 8 Rumah Sakit hingga SPPG Akan Diperiksa

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 2 September 2026 | 10:19 WIB
Kasus dugaan keracunan MBG di Sidoarjo membuat 293 santri dirawat di 8 rumah sakit. Pemerintah daerah segera memeriksa SPPG pemasok makanan. (Instagram.com/malangraya_info)
Kasus dugaan keracunan MBG di Sidoarjo membuat 293 santri dirawat di 8 rumah sakit. Pemerintah daerah segera memeriksa SPPG pemasok makanan. (Instagram.com/malangraya_info)

Sebanyak 1.010 porsi MBG disebut didistribusikan kepada siswa-siswi di lingkungan Pondok Pesantren Manbhaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin. Makanan tersebut berasal dari SPPG Kalitengah.

Pembagian makanan berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB. Beberapa jam kemudian, sejumlah santri mulai mengalami keluhan kesehatan.

Gejala mulai dirasakan sekitar pukul 16.00 WIB. Keluhan yang muncul antara lain pusing, mual, muntah, diare, hingga sesak napas.

Informasi yang beredar menyebut gejala tersebut muncul setelah para santri melaksanakan salat zuhur. Kondisi itu kemudian membuat pihak pesantren mengambil langkah cepat dengan membawa santri yang mengalami keluhan ke bidan terdekat di Desa Putat.

Baca Juga: Keracunan MBG di Berastagi, 269 Siswa Berastagi, Korban Terbanyak dari SMAN 1 Berastagi

Jumlah Santri Bergejala Bertambah

Sekitar pukul 16.30 WIB, jumlah santri yang mengalami mual dan muntah dilaporkan terus bertambah hingga mencapai puluhan orang.

Melihat jumlah korban yang meningkat, pengurus Pondok Pesantren Manbhaul Hikam kemudian menghubungi layanan ambulans. Para santri selanjutnya dievakuasi menuju sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RS Pusura dan RSUD Sidoarjo.

Dalam perkembangan berikutnya, total santri yang mendapatkan perawatan tercatat mencapai 293 orang dan tersebar di delapan rumah sakit di Sidoarjo.

Kasus ini kemudian menjadi perhatian publik setelah informasi mengenai dugaan keracunan MBG di lingkungan pesantren beredar di media sosial.

Dalam unggahan Instagram @malangraya_info pada Rabu, 2 September 2026, disebutkan bahwa kejadian bermula setelah pembagian 1.010 porsi MBG kepada siswa-siswi MA dan MTs Manbhaul Hikam.

"Insiden tersebut diperkirakan terjadi usai para santri melangsungkan salat zuhur, kemudian saat waktu asar mengalami gejala," tulis postingan tersebut.

Baca Juga: Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, 707 Orang Alami Gejala: Distribusi Makanan Dihentikan Sementara

SPPG Akan Diperiksa

Di tengah penanganan para korban, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyiapkan pemeriksaan terhadap SPPG yang berkaitan dengan penyediaan makanan MBG.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X