TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Upaya meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga penerima bantuan terus dilakukan di Kota Tasikmalaya. Salah satunya melalui Tasik Pelak yang memberikan pelatihan kewirausahaan bagi KPM PKH yang dinilai siap menuju graduasi.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Bapelitbangda pada Senin, 31 Agustus 2026. Program ini diselenggarakan Dinas Sosial Kota Tasikmalaya dengan menyasar KPM PKH desil 1 dan 2 yang masih membutuhkan pendampingan untuk memperkuat kondisi ekonomi keluarga.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diarahkan untuk mengenali dan mengembangkan potensi usaha yang dapat menjadi sumber penghasilan. Kota Tasikmalaya menempatkan pemberdayaan sebagai salah satu cara agar penerima bantuan memiliki kemampuan ekonomi yang lebih kuat.
Baca Juga: Pengayuh Becak Lansia Kota Tasikmalaya Dapat Becak Listrik, 200 Unit Siap Disalurkan
Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Rahman, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa keberadaan wirausaha menjadi salah satu unsur penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Rahman juga menegaskan peserta mengikuti pelatihan secara serius dan membangun mental yang kuat dalam menjalankan usaha.
Materi yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Melalui Tasik Pelak, keterampilan yang diperoleh peserta diarahkan untuk diterapkan dalam kegiatan usaha produktif sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
Baca Juga: Selama 2026, 103 Kasus HIV/AIDS Kota Tasikmalaya Didominasi LSL, Usia Produktif Paling Rentan
Program tersebut juga berkaitan dengan upaya mendorong KPM PKH meningkatkan kondisi sosial ekonominya. Peserta yang mengalami peningkatan kesejahteraan diharapkan dapat naik ke desil yang lebih tinggi hingga nantinya keluar dari status miskin.
Plt. Asisten Daerah 1 Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, M.M., menegaskan bahwa pemerintah tetap memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam proses menuju kehidupan yang lebih baik.
Ade Hendar menyampaikan bahwa peserta PKH dan penerima bantuan sosial diharapkan mampu naik desil hingga keluar dari status miskin. Setelah terjadi perubahan kondisi, pemerintah tetap akan memberikan pendampingan sesuai kebutuhan.
Baca Juga: HIPMI Kota Tasikmalaya Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas, Dunia Usaha Butuh Situasi Aman
Peserta juga didorong memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan usaha. Pengetahuan dan keterampilan dari pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas ekonomi yang menghasilkan.
Dinas Sosial Kota Tasikmalaya menjalankan Tasik Pelak di tengah kondisi kemiskinan yang masih menjadi perhatian. Angka kemiskinan Kota Tasikmalaya disebut mencapai 10,44 persen atau sekitar 75 ribu jiwa.
Artikel Terkait
PPP Kota Tasikmalaya Bidik 15 Kursi, Musancab Digelar Serentak Perkuat Akar Rumput
Kemarau Panjang, 5.795 Kepala Keluarga di Kota Tasikmalaya Kekurangan Air Bersih, BPBD Terus Salurkan Bantuan
Pekan QRIS Nasional 2026 di Kota Tasikmalaya Makin Luas, QRIS Masuk Layanan Publik hingga Pesantren
Dinkes Kota Tasikmalaya Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba Busana Adat Nusantara, 26 Daerah Ditampilkan
Raih Penghargaan IRH 2026 dengan Predikat Istimewa, Kota Tasikmalaya Perkuat Reformasi Hukum dan Tata Kelola
Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Bupati Citra Pitriyami Ikut Terjatuh