Rumah Warga Bandar Lampung Mendadak Diselimuti Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Tebalnya Bikin Syok

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 6 September 2026 | 19:18 WIB
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai dirasakan warga Bandar Lampung. Teras dan kendaraan tertutup debu, warga diminta membatasi aktivitas. (Instagram/agresputri)
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai dirasakan warga Bandar Lampung. Teras dan kendaraan tertutup debu, warga diminta membatasi aktivitas. (Instagram/agresputri)

 

LAMPUNG, Mediapriangan.com - Rumah warga di Bandar Lampung mulai terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Lapisan debu terlihat menutupi sejumlah permukaan, mulai dari teras, balkon hingga kendaraan.

Kondisi tersebut terlihat dalam video yang dibagikan akun Instagram @agresputri pada Minggu, 6 September 2026. Rekaman itu memperlihatkan abu yang cukup tebal menempel di area rumah dan bagian luar kendaraan.

Pemilik akun mengaku terkejut ketika melihat kondisi rumah setelah bangun tidur. Abu bahkan terlihat sampai ke jalan di sekitar tempat tinggalnya.

Baca Juga: Kapal Pemancing Penuh Pasir Hitam Usai Dekat Gunung Anak Krakatau, Erupsi Terekam Saat Malam

“Baru bangun tidur dan syok banget lihat rumah, ini rumah astaga debunya. Debunya bener-bener sampai di jalanan,” ujarnya dalam video yang diunggah pada Minggu, 6 September 2026.

Dalam rekaman tersebut, bagian balkon lantai dua tampak dipenuhi abu vulkanik. Material berwarna gelap juga terlihat menempel pada kursi dan sejumlah permukaan lainnya.

“Ini kayak rumah yang enggak ditempatin berpuluh-puluh tahun. Lihat setebel apa, tebel banget kayak enggak dicuci,” lanjutnya sambil memperlihatkan abu yang menempel di bagian mobil.

Baca Juga: Bandara Soetta Tutup hingga 13.30 WIB, Penumpang Menumpuk akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Ia kemudian mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati apabila harus beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi udara masih dipengaruhi sebaran abu vulkanik.

“Untuk kalian yang hari ini mau keluar rumah, stay safe karena debunya tebel banget,” sambungnya.

Dampak abu vulkanik tersebut sejalan dengan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG. Berdasarkan analisis citra satelit pada Minggu, 6 September 2026 pukul 08.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Sebaran abu vulkanik itu terpantau melingkupi sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung hingga Bengkulu.

Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi di Jawa Barat, Warga Diminta Waspadai Gangguan Pernapasan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X