daerah

KDM Jadi Saksi Nikah Massal di KUA Bojongsari, Pasangan Pengantin Dapat Hadiah Menginap di Hotel dan Tabungan DP Rumah

Rabu, 22 April 2026 | 06:13 WIB
Momen haru nikah massal di KUA Bojongsari disaksikan KDM. Pengantin baru dapat tabungan DP rumah hingga hadiah menginap di hotel dari Gubernur Jabar. (Dok. Kominfo Jabar)

 

DEPOK, Mediapriangan.com - Paradigma pernikahan mewah yang sering kali menjerat masyarakat dalam beban finansial kini mulai bergeser. Melalui inisiatif menikah sederhana, lima pasangan di Kota Depok resmi memulai hidup baru dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, yang akrab disapa KDM, hadir langsung sebagai saksi kunci dalam prosesi sakral yang digelar di KUA Bojongsari, Selasa (21/4/2026).

Kehadiran KDM di lokasi bukan sekadar seremonial. Ia membawa pesan kuat mengenai ketahanan ekonomi keluarga baru agar tidak terjebak dalam jeratan pinjaman daring (pinjol) yang saat ini marak di Jawa Barat.

Baca Juga: Solusi Darurat Sampah Jabar, KDM Pastikan Pembangunan PSEL Bogor dan Bekasi Hasilkan Energi Listrik Mulai Juni 2026

Sebagai bentuk apresiasi, setiap pasangan mendapatkan paket tabungan DP rumah senilai total Rp7 juta, serta fasilitas menginap dua hari di hotel berbintang dari sang Gubernur.

"Selamat kepada para calon suami, jangan sekali kali menyakiti istrinya ya," tegas KDM saat memberikan nasihat kepada para mempelai.

Faza Febrianto, salah satu pengantin asal Pamulang, mengaku terharu dengan bantuan yang diterima. Dengan hanya membawa mas kawin cincin dua gram, ia kini memiliki modal masa depan yang lebih pasti.

Baca Juga: Program Ganti Atap Rumah Wartawan di Kranji Gunakan Atap Alduro, Hunian Jadi Adem dan Bebas Bocor Saat Cuaca Ekstrem

"Senang dan tidak menyangka pernikahan kami akan disaksikan gubernur dan walikota. Akan menjadi kenangan indah kami. Uang menikah yang dikumpulin berdua akan ditabung, semoga bisa untuk modal usaha," ujar Faza.

Selain dukungan finansial, KDM juga menyoroti pentingnya perencanaan hunian. Bagi pasangan yang terpilih dalam acara nikah massal ini, pemerintah telah menyiapkan skema perbaikan hunian jika diperlukan melalui koordinasi dengan kementerian terkait.

"Uang tabungan tidak boleh dibelanjakan tapi untuk DP rumah, yang sudah punya rumah untuk renovasi. Yang rumahnya tidak layak huni nanti akan direnovasi, dapat bantuan dari Kementerian PKP senilai Rp20 juta," ujar KDM.

Baca Juga: Popsivo Polwan Selangkah Lagi Juara Ketiga Proliga 2026, Usai Tekuk Jakarta Electric PLN 3-0 di GOR Amongrogo

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa keberhasilan keluarga dimulai dari kemandirian ekonomi sejak hari pertama. "Ini habis nikah tidak punya hutang, malah dapat tabungan DP rumah," tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini