Erwan Darmawan juga menekankan bahwa Disdik Ciamis akan menjalankan prosedur secara objektif dan terbuka.
"SPMB harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan tidak diskriminatif. Tidak ada lagi istilah sekolah unggulan, namun tetap menghargai prestasi yang telah diraih oleh peserta didik," tegas Erwan.
Di sisi lain, untuk mendukung kelancaran arus informasi dan menjaga kepercayaan publik, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Ciamis turut ambil bagian.
Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Herry Somantri, menyatakan kesiapannya dalam mengawal keabsahan data dan menangkal kabar bohong yang kerap muncul saat musim penerimaan siswa baru.
"Dari Kominfo mendukung penuh pelaksanaan SPMB. Peran kami di antaranya membantu sosialisasi serta publikasi melalui kanal media sosial resmi Diskominfo Ciamis agar dapat diakses oleh masyarakat luas," ungkap Herry Somantri.
Kominfo Ciamis juga berkomitmen menjaga ekosistem digital tetap kondusif selama proses SPMB 2026 berlangsung.
"Kami juga siap melakukan klarifikasi apabila terdapat penyalahgunaan nomor atau informasi, termasuk hoaks, melalui akun resmi seperti @ciamislibashoaks, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang valid dan dapat dipercaya," tambahnya.
Penandatanganan pakta integritas oleh para pemangku kepentingan, mulai dari unsur Kepolisian hingga Inspektorat, menjadi simbol kuat bahwa keadilan akses pendidikan di Kabupaten Ciamis tidak bisa ditawar.***