JAKARTA, Mediapriangan.com - Kepergian Andriyono, personel damkar Jakarta Timur, meninggalkan duka bagi rekan-rekannya. Kepala regu pemadam kebakaran Sektor Cipayung itu meninggal dunia setelah menjalankan tugas dalam penanganan kebakaran Kramat Jati, Jakarta Timur.
Andriyono gugur pada Sabtu, 1 Agustus 2026, ketika puluhan personel dikerahkan untuk menangani kobaran api di tumpukan sampah yang berada di tempat penampungan sementara atau TPS liar.
Di tengah suasana duka, sebuah kisah lama tentang Andriyono kembali muncul ke permukaan. Sekitar 15 tahun silam, ia pernah mengungkapkan sebuah keinginan yang kini membuat rekan-rekannya terhenyak.
Kisah tersebut dibagikan melalui akun Instagram resmi Damkar Jakarta Timur pada Senin, 3 Agustus 2026.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Rombongan KKN di Batulicin, 7 Orang Tewas dan ULM Tarik Mahasiswa dari Lokasi
"Tahun 2011 di Marwil, kita duduk bersama merangkai cita-cita. Saat giliranmu tiba, dengan tenang kau ucapkan kalimat yang membuat kami semua terhenyak," tulis postingan Damkar Jakarta Timur.
Keinginan yang disampaikan Andriyono ketika itu bukan tentang jabatan atau penghargaan. Ia justru menyebut harapan yang berkaitan dengan tugasnya sebagai petugas pemadam kebakaran.
"Saya ingin meninggal dunia di lokasi kejadian," demikian cita-cita yang pernah diungkapkan Andriyono.
Ungkapan tersebut kini menjadi bagian dari kenangan para personel damkar Jakarta Timur setelah Andriyono benar-benar meninggal dunia ketika menjalankan tugas.
Andriyono Bertugas Mencari Sumber Air
Kebakaran Kramat Jati yang ditangani Andriyono berlangsung cukup panjang. Namun, berdasarkan penjelasan Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Megantara, posisi Andriyono dalam operasi bukan sebagai petugas yang berada di titik utama penyemprotan api.
Andriyono tergabung dalam tim pencari sumber air. Tim tersebut memiliki peran mendukung kelancaran operasi pemadaman, termasuk memastikan kebutuhan air untuk proses pemadaman tetap tersedia.