KUNINGAN, Mediapriangan.com - Penanganan kasus dugaan bullying terhadap seorang siswa SMP di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mulai dilakukan polisi setelah keluarga korban membuat laporan resmi.
Korban diketahui bernama Muhammad Nur Ramadhani (15), siswa kelas IX SMPN 2 Jalaksana Kuningan. Ia diduga mengalami tindak kekerasan hingga mengalami luka pada bagian kepala dan harus mendapat sekitar 30 jahitan.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di objek wisata Balong Dalem, Desa Babakan Mulya, Kabupaten Kuningan.
Laporan dari keluarga korban diterima Satreskrim Polres Kuningan pada Senin, 14 September 2026. Setelah laporan masuk, penyidik mulai melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi dan mengupayakan pemeriksaan medis terhadap korban.
“Pada hari Senin sudah menerima laporan dari orang tua korban. Setelah kita terima, kita melakukan penyelidikan kasus tersebut dan meminta visum kepada rumah sakit, dan selanjutnya meminta keterangan pada saksi-saksi,” ujar Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz kepada awak media pada Selasa, 15 September 2026.
“Pemeriksaan saksi baru mau dilakukan karena kita baru menerima laporan tersebut,” imbuhnya.
Polisi masih mendalami rangkaian kejadian yang menyebabkan korban mengalami luka. Identitas dan usia terduga pelaku juga masih diverifikasi melalui proses pemeriksaan.
“Pelaku sendiri dari hasil laporannya masih kelas 1 SMK, umurnya kalau di laporan sekitar 16 tahun, tapi nanti kita lihat dari hasil pemeriksaan,” imbuhnya.
Mengenai kronologi lengkap kejadian bullying tersebut, polisi belum memberikan keterangan secara rinci karena proses penyelidikan masih berjalan.
“Kalau kronologi, kita masih menerima laporan. Nanti, lebih jelasnya akan dijelaskan lebih lanjut,” sambungnya.
Abdul Aziz membenarkan bahwa laporan keluarga turut mencantumkan kondisi luka pada bagian kepala korban. Namun, sejumlah detail mengenai peristiwa tersebut masih harus dipastikan melalui pemeriksaan.
“Dari laporan, korban menderita luka di kepala, kurang lebih 30 jahitan. Saat peristiwa ditonton atau tidak, kita masih harus pemeriksaan,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Profil Gus Arif, Eks Bupati Kebumen yang Diamankan KPK dalam Kasus HGB Summarecon Bogor
67 Hari Lawan Karhutla di Kalbar, Relawan Akhirnya Bersujud Saat Hujan Turun dan Membasahi Tanah Gambut
Setahun Tunggu Kepastian, Gubernur Sherly Tjoanda Ungkap Nasib 16 Ribu Hektare TORA di Tengah Kasus KPK
PKKMB UMTAS 2026 di Kota Tasikmalaya Diikuti 1.400 Mahasiswa, Rektor Tekankan Wawasan dan Adaptasi AI
Usai Purbaya Dicopot dari Menkeu, Curhat Ida Yulidina Viral: Kebenaran Akan Terungkap
KTR di Ciamis Diperkuat, Pemkab Soroti Pengawasan hingga Perubahan Perilaku Masyarakat