Kepergian Andriyono membuat suasana duka menyelimuti jajaran damkar Jakarta Timur. Rekan-rekan seprofesinya memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah dimakamkan.
Bagi rekan kerja, Andriyono bukan hanya seorang Kepala Regu Damkar yang menjalankan tugas di lapangan. Ia juga meninggalkan kisah pribadi yang kembali dikenang setelah dirinya gugur dalam menjalankan tugas.
Kisah tersebut membuat kebakaran Kramat Jati tidak hanya menyisakan catatan mengenai operasi pemadaman, tetapi juga kehilangan seorang personel yang selama bertahun-tahun mengabdikan diri sebagai petugas pemadam kebakaran.
Andriyono gugur ketika menjalankan tugas, sementara damkar Jakarta Timur kehilangan salah satu personelnya dalam operasi penanganan kebakaran Kramat Jati.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat tentang risiko yang dihadapi para petugas damkar Jakarta Timur setiap kali diterjunkan ke lokasi kejadian.
Di balik tugas memadamkan api, terdapat personel yang harus berhadapan dengan kondisi lapangan dan risiko keselamatan yang tidak selalu dapat diprediksi.***