Menurut dia, penumpang sempat bertahan di bagian anjungan dan haluan kapal sebelum sejumlah orang akhirnya terjun ke laut untuk menyelamatkan diri.
"Beberapa penumpang melompat ke laut dan dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan Kapal British Mentor," kata Nanang dalam keterangannya, pada Minggu, 2 Agustus 2026.
"Di sekitar lokasi, ada 4 kapal yang merapat," sambungnya.
Keberadaan sejumlah kapal di sekitar lokasi menjadi bagian penting dalam proses evakuasi kapal terbakar. Penyelamatan dilakukan dengan memperhatikan penumpang yang masih berada di atas kapal maupun mereka yang sudah berada di laut.
Nakhoda Sempat Melaporkan Kebakaran
Sebelum operasi penyelamatan berlangsung, pihak perusahaan pelayaran sempat memperoleh laporan langsung dari nakhoda KMP Mutiara Sentosa 2 mengenai kondisi darurat kapal.
Laporan tersebut disampaikan ketika kapal berada di sekitar perairan utara Madura. Namun, komunikasi dengan nakhoda kemudian terputus.
"Pihak perusahaan kapal mendapat info dari nakhoda bahwa kapal terbakar di ujung utara Madura sekitar pukul 06.00-07.00 WIB," beber Nanang.
"Dan setelah itu nakhoda tidak dapat dihubungi kembali," tambahnya.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Rombongan KKN di Batulicin, 7 Orang Tewas dan ULM Tarik Mahasiswa dari Lokasi
Setelah komunikasi terputus, Kantor SAR Surabaya melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi untuk memastikan posisi kapal sekaligus mempercepat pengerahan bantuan.
Koordinasi dilakukan bersama Syahbandar Tanjung Perak, Pos SAR Sumenep, dan Stasiun Radio Pantai atau SROP Kalianget.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pencarian dan evakuasi dapat segera diarahkan ke titik KMP Mutiara Sentosa 2 yang mengalami kebakaran.