Sekolah Diminta Menyesuaikan Jam Belajar
Di tengah kondisi karhutla Kalteng, Reza tidak hanya membahas kemungkinan sekolah diliburkan. Ia juga menyampaikan rencana penyesuaian waktu pembelajaran bagi siswa.
Menurutnya, sekolah perlu menyesuaikan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan situasi yang sedang berlangsung. Salah satu rencana yang disampaikan adalah mengubah jam masuk siswa menjadi lebih siang.
"Jadi, saya meminta kepada Bapak dan Ibu. Mohon nanti ini saya akan buatkan surat edaran. Masuknya jam 8 untuk adik-adik, gitu kan," jelas Reza.
Durasi pembelajaran setiap mata pelajaran juga direncanakan lebih singkat dibandingkan kondisi normal.
"Nanti pulangnya mungkin karena kita sudah setting di 30 menit tiap jam pelajaran," bebernya.
Penyesuaian tersebut menjadi bagian dari kebijakan sekolah yang dibahas untuk menghadapi kondisi kabut asap akibat karhutla Kalteng.
Kadisdik Kalteng Minta Sekolah Tidak Kaku
Reza juga mengingatkan sekolah agar tidak menerapkan aturan secara kaku selama kondisi darurat. Salah satunya berkaitan dengan siswa yang datang terlambat akibat situasi di perjalanan.
"Jangan sampai pintu gerbang sekolah ditutup begitu saja ketika siswa terlambat, mengingat mereka sudah jauh-jauh ke sekolahan," terang Reza.
Menurut Reza, kondisi karhutla membutuhkan penyesuaian dalam penerapan aturan sekolah. Pertimbangan keselamatan siswa disebut perlu diperhatikan ketika sekolah menentukan teknis kegiatan belajar.
Sekolah juga diminta menyesuaikan kebijakan dengan kondisi di wilayah masing-masing, termasuk apabila situasi mengharuskan siswa dipulangkan lebih cepat.
"Jika keadaan memang mengharuskan siswa pulang sebelum waktunya, pastikan mereka dipulangkan bersama-sama dengan siswa lain berdasarkan kesepakatan bersama," tandasnya.