Bikin Geleng Kepala! Tak Punya HP, Lansia Pekalongan Malah Dicoret dari Bansos Gegara Terindikasi Judol

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:52 WIB
Pasangan lansia di Pekalongan kehilangan bansos setelah terindikasi judol. Ironisnya, mereka tak punya HP dan disebut tak bisa baca tulis. (Instagram/undercoverid)
Pasangan lansia di Pekalongan kehilangan bansos setelah terindikasi judol. Ironisnya, mereka tak punya HP dan disebut tak bisa baca tulis. (Instagram/undercoverid)

 

PEKALONGAN, Mediapriangan.com - Nasib pasangan lansia di Pekalongan, Dayat (77) dan Darmi (63), menjadi perhatian setelah keduanya tidak lagi menerima bantuan sosial atau bansos. Nama mereka disebut masuk dalam daftar penerima yang dinonaktifkan karena terindikasi aktivitas judi online atau judol.

Kondisi tersebut menjadi sorotan karena kehidupan sehari-hari pasangan suami istri yang tinggal di Dukuh Kayunan Barat, Karanganyar, Pekalongan, Jawa Tengah, tergolong serba terbatas.

Mbah Dayat dan Darmi bahkan disebut tidak memiliki telepon seluler atau HP. Keduanya juga dilaporkan tidak pernah mengenyam pendidikan sehingga tidak dapat membaca dan menulis.

Sebelum dicoret, pasangan lansia tersebut tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat atau KPM. Mereka rutin mendapatkan bantuan senilai Rp600 ribu setiap tiga bulan.

Namun, sejak awal 2026, bansos tersebut tidak lagi diterima setelah nama keduanya dicoret dari daftar penerima.

Baca Juga: 3 Tersangka Kasus Uang Vilmei Rp1,28 M Ditahan, Ada Karyawan hingga Penampung Duit

Lansia Pekalongan Ajukan Sanggahan

Operator Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS Desa Kayugeritan, Neli Setyowati, mengatakan kondisi ekonomi Mbah Dayat dan Darmi memang tergolong tidak mampu.

"Keluarga penerima manfaat keluarga Mbah Dayat telah dicoret bansos. Padahal, memang betul-betul orang tidak mampu," kata Neli di kediaman Dayat, Pekalongan, pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Berdasarkan pengecekan yang dilakukan, kondisi ekonomi keluarga tersebut bahkan tercatat dalam desil 1. Data itu menunjukkan mereka berada dalam kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

"Kebetulan kita cek juga desilnya satu," sambungnya.

Menurut Neli, terdapat 18 KPM di wilayah desanya yang dinonaktifkan karena terindikasi terkait aktivitas judol. Mbah Dayat dan Darmi menjadi salah satu keluarga yang masuk dalam daftar tersebut.

Pihak desa kemudian mengajukan sanggahan atas status keduanya. Langkah tersebut dilakukan karena kondisi Mbah Dayat dan Darmi dinilai tidak menunjukkan adanya aktivitas judol.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X