daerah

Nyangku 2026 di Situ Lengkong Panjalu, Jejak Karuhun Ciamis Kembali Diusung dalam Prosesi Sakral

Senin, 7 September 2026 | 17:02 WIB
Nyangku 2026 di Situ Lengkong Panjalu kembali digelar. Tradisi budaya Ciamis ini merawat sejarah, nilai keislaman dan kebersamaan. (Dok. TP PKK Ciamis)

Rangkaian Nyangku 2026 diawali dengan tawasul. Setelah itu, prosesi berlanjut dengan persiapan di Bumi Alit sebelum rombongan menuju kawasan Situ Lengkong dan Nusa Gede.

Dari kawasan tersebut, pusaka kemudian dibawa menuju panggung utama untuk mengikuti sejumlah agenda. Rangkaian acara meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan, pedaran sejarah dan doa bersama.

Prosesi Gelar Pusaka atau Ngaberesihan Pusaka menjadi salah satu bagian utama dalam pelaksanaan upacara. Prosesi tersebut berlangsung dengan diiringi lantunan shalawat.

Setelah prosesi selesai, pusaka kembali dibawa menuju Bumi Alit dalam rangkaian Ngabrakeun.

Baca Juga: 156 Pelajar Ciamis Terima Kacamata Gratis di HKG PKK ke-54, Kader Mendapat Santunan

Festival Budaya Panjalu Libatkan Berbagai Unsur

Pelaksanaan Festival Budaya Panjalu turut dihadiri berbagai unsur, mulai dari Forkopimda Kabupaten Ciamis, jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis, Yayasan Borosngora, tokoh adat, tokoh agama, ulama, tokoh masyarakat hingga perangkat daerah.

Masyarakat Panjalu dan pengunjung juga turut mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung di kawasan Situ Lengkong Panjalu.

Sambutan dari Yayasan Borosngora disampaikan Prof. Dr. H. Djohan Rochanda Wiradinata, M.P. Sementara itu, pedaran sejarah disampaikan Rd. Agus Gusnawan Cakradinata.

Bupati Herdiat memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Nyangku dan Festival Budaya Panjalu 2026.

Baca Juga: Pemkab Ciamis Raih Juara 3 Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali, Unggul di Pengelolaan Sampah

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia yang telah bahu-membahu melaksanakan kegiatan ini,” ungkapnya.

Menurut Herdiat, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut tidak terlepas dari semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat.

Nyangku 2026 di Situ Lengkong Panjalu kembali mempertemukan unsur sejarah, budaya Ciamis dan nilai keislaman dalam satu rangkaian tradisi.

Pelestarian tersebut berjalan melalui prosesi adat, pengenalan sejarah serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga warisan para karuhun.***

Halaman:

Tags

Terkini