daerah

Fenomena Telur Ceplok Muncul di Kawah Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan soal Genangan Air Bercampur Belerang

Sabtu, 19 September 2026 | 18:44 WIB
Fenomena telur ceplok terlihat di kawah Gunung Anak Krakatau. Petugas menyebutnya sebagai genangan air yang terkontaminasi gas belerang. (Instagram.com/@wxchasing)

BANTEN, Mediapriangan.com - Penampakan tidak biasa muncul di kawah Gunung Anak Krakatau setelah aktivitas erupsi gunung api tersebut menurun. Dari rekaman udara yang beredar di media sosial, bagian kawah terlihat memiliki pola warna yang menyerupai telur ceplok.

Fenomena telur ceplok itu terlihat dalam video yang diunggah akun Instagram @wxchasing pada Sabtu, 19 September 2026. Rekaman tersebut memperlihatkan kondisi kawah Gunung Anak Krakatau dari udara setelah sebelumnya mengalami aktivitas erupsi.

"Pemandangan dari atas kawah di Gunung Berapi Anak Krakatau di Indonesia setelah letusan besar awal bulan ini," tulis postingan tersebut.

Kemunculan fenomena telur ceplok kemudian memunculkan pertanyaan mengenai penyebab perubahan warna di bagian kawah. Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno, menjelaskan kondisi tersebut berkaitan dengan genangan air yang terkontaminasi gas belerang.

Baca Juga: Selebgram Jule Ditangkap Polisi di Apartemen Jaksel, Terseret Temuan Vape Etomidate dari Pengembangan Kasus

"Itu kawah GAK, jadi itu adalah air yang terkontaminasi dengan gas belerang," kata Suwarno dalam keterangannya, pada Sabtu, 19 September 2026.

Menurut Suwarno, warna pada genangan tidak hanya dipengaruhi kandungan belerang. Material yang terdapat pada lapisan dinding kawah juga dapat memengaruhi tampilan air sehingga menghasilkan warna yang menyerupai fenomena telur ceplok.

"Tidak semuanya, kalau belerang semuanya gunung api pasti ada," terang Suwarno.

"Di sana (GAK) ada genangan air, terkontaminasi oleh belerang jadi seperti itu warnanya, dan juga bisa terkontaminasi dengan lapisan dinding kawah itu," tambahnya.

Baca Juga: Shell Resmikan Pabrik Gemuk di Marunda, Bekasi, Kapasitas Produksi Capai 12 Kiloton per Tahun

Erupsi Mereda, Aktivitas Gunung Masih Dipantau

Penampakan fenomena telur ceplok tersebut muncul setelah Gunung Anak Krakatau mengalami episode erupsi menerus pada awal September 2026.

Berdasarkan laporan Badan Geologi, episode erupsi menerus berlangsung sekitar 25 jam sejak 4 September hingga 6 September 2026. Setelah itu, aktivitas permukaan gunung api berangsur menurun, tetapi kegempaan masih tercatat.

Kondisi tersebut membuat fenomena telur ceplok di kawah Gunung Anak Krakatau tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh aktivitas vulkanik telah berhenti. Badan Geologi masih mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.

Halaman:

Tags

Terkini