Baca Juga: Nusron Wahid Akhirnya Muncul di Tengah Kasus HGB Summarecon, Singgung Dugaan Dirinya Menghilang
Ali menilai penambahan kapal besar perlu ditempatkan sebagai bagian dari skema operasional secara keseluruhan. Tanpa pengaturan frekuensi perjalanan dan waktu sandar, tambahan kapasitas kapal belum tentu otomatis menghilangkan antrean kendaraan.
Revitalisasi Dermaga Dinilai Perlu Diatur Bertahap
Selain persoalan operasional kapal, kondisi infrastruktur juga menjadi perhatian. Ali menyoroti pengerjaan revitalisasi dermaga yang berlangsung bersamaan dengan pembangunan dermaga baru.
Menurut dia, pekerjaan infrastruktur secara simultan dapat mengurangi kapasitas pelayanan pelabuhan dan menciptakan bottleneck pada arus kendaraan.
Kondisi tersebut disebut turut berkaitan dengan kepadatan yang terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk dalam beberapa pekan terakhir.
"Pemerintah dan pengelola pelabuhan seharusnya menentukan skala prioritas. Fokuskan dahulu penyelesaian revitalisasi dermaga yang ada, atau tuntaskan pembangunan dermaga baru secara bertahap. Jika dikerjakan serentak, kapasitas sandar merosot tajam dan dampaknya adalah antrean panjang yang kita lihat belakangan ini," tegasnya.
Selain menyelesaikan persoalan kapasitas sandar, Ali juga menilai revitalisasi dermaga perlu memperhatikan kebutuhan kendaraan dengan muatan 50 ton ke atas.
Dengan kondisi tersebut, penanganan antrean kendaraan di Ketapang-Gilimanuk menurut Ali tidak hanya berkaitan dengan penambahan armada. Pengaturan trip, waktu bongkar muat, kapasitas kapal dan tahapan pekerjaan infrastruktur menjadi sejumlah aspek yang perlu berjalan secara terpadu.***