daerah

Ledakan Pakuwon City Surabaya Diduga akibat LPG 50 Kg, Nasi Tempong Sri Dewi Akhirnya Buka Suara

Rabu, 7 Oktober 2026 | 15:28 WIB
Ledakan Pakuwon City terjadi di area Nasi Tempong Sri Dewi yang terekam oleh warga. Insiden diduga berkaitan dengan kebocoran LPG 50 Kg di Surabaya, pada Selasa (6/10/2026) malam. (Instagram/virenbundane)

 

 

SURABAYA, Mediapriangan.com - Manajemen Nasi Tempong Sri Dewi menyampaikan permintaan maaf kepada warga dan pihak yang terdampak setelah ledakan terjadi di area outlet mereka di San Antonio, Pakuwon City, Surabaya.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram @ntsridewi pada Selasa (6/10/2026) malam, setelah video kejadian beredar luas di media sosial.

Manajemen Nasi Tempong Sri Dewi menyatakan keprihatinan atas dampak yang muncul akibat peristiwa tersebut. Mereka juga menyampaikan simpati kepada warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: Palangka Raya Diselimuti Kabut Asap, Warga Keluhkan Sesak Napas dan Mata Perih hingga Langit Biru Hilang 3 Bulan

"Segenap manajemen dan keluarga besar Tempong Sri Dewi ingin menyampaikan permintaan maaf dari lubuk hati yang paling dalam, atas segala dampak dan kesulitan yang timbul akibat kejadian hari ini di area outlet Tempong Sri Dewi San Antonio - Pakuwon City," tulis akun @ntsridewi.

Dalam pernyataannya, pihak restoran menyebut insiden tersebut turut memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar outlet. Kondisi itu menjadi perhatian manajemen setelah ledakan Pakuwon City terjadi.

"Kami ingin menyampaikan rasa prihatin, simpati yang tulus dan sedalam-dalamnya, atas peristiwa yang terjadi, serta dampaknya terhadap warga dan lingkungan di sekitar outlet kami," sambung pernyataan tersebut.

Baca Juga: Bukan Flu Biasa, Demam 40 Derajat Bisa Jadi Tanda Influenza A, Kenali Gejalanya

Manajemen juga mengakui kejadian tersebut telah menimbulkan kekhawatiran serta ketidaknyamanan bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lokasi.

"Kami memahami bahwa kejadian ini telah menimbulkan kekhawatiran, kerugian, serta ketidaknyamanan bagi banyak pihak, khususnya para tetangga dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi," jelas pernyataan tersebut.

Insiden ledakan Pakuwon City sebelumnya ramai diperbincangkan setelah rekaman kejadian di area San Antonio beredar di media sosial. Video tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @virenbundane pada Selasa (6/10/2026).

Baca Juga: FK TAGANA Kabupaten Tasikmalaya Salurkan 6.000 Liter Air Bersih ke Warga Cisayong

Halaman:

Tags

Terkini