BANDUNG, Mediapriangan.com - Upaya menekan angka putus sekolah di Jawa Barat mulai diperkuat melalui Program Jabar Sakola. Dinas Pendidikan Jawa Barat menyiapkan empat skema bantuan pendidikan yang menyasar siswa SMA, SMK dan SLB dengan kondisi ekonomi rentan.
Program tersebut diperkenalkan dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Aula Dewi Sartika, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan diikuti seluruh bidang di lingkungan Disdik Jabar serta perwakilan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I sampai XIII.
Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Mohammad Ibrahim, mengatakan Program Jabar Sakola merupakan pengembangan dari program beasiswa pendidikan yang sebelumnya telah berjalan.
Baca Juga: SMPN 1 Leles Jadi Juara LCC Kabupaten Garut 2026, Persiapan Intensif Sejak Agustus Berbuah Prestasi
Menurut dia, pemerintah daerah juga melakukan pemadanan data calon penerima dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penerima bantuan tidak mendapatkan bantuan serupa dari pemerintah pusat, seperti Program Indonesia Pintar atau PIP dan Program Keluarga Harapan atau PKH.
"Harapan kami, melalui kesempatan ini kita semua dapat memahami dan melaksanakan program kebijakan Gubernur ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga, bantuan pendidikan benar-benar dirasakan oleh siswa yang membutuhkan," ujarnya.
Empat skema Program Jabar Sakola
Untuk mencegah putus sekolah, Program Jabar Sakola dirancang melalui empat bentuk bantuan pendidikan. Setiap skema memiliki sasaran dan bentuk bantuan yang berbeda.
Pertama, PJS Personal. Skema ini ditujukan kepada siswa dari keluarga rentan Desil 1 yang tidak menerima PKH maupun PIP.
Bantuan tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan personal yang berkaitan dengan keberlangsungan pendidikan. Di antaranya pembelian seragam, buku serta biaya transportasi harian.
Kedua, PJS Operasional. Bantuan ini berupa keringanan pembayaran SPP tahunan bagi siswa kelas 11 dan 12 di sekolah swasta yang masuk kelompok rentan Desil 1 dan 2.
Artikel Terkait
SMAN I Singaparna Jadi Sekolah Maung, Kawah Candradimuka Pelajar Berprestasi
Cetak Tenaga Kesehatan Berkualitas, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Wisuda 272 Lulusan
Buka Kuota 384 Kursi, Sekolah MAUNG SMAN 1 Singaparna Targetkan Penjaringan Siswa Unggul
Wamendikdasmen Tinjau Sekolah di Tasikmalaya, Soroti Ribuan Ruang Kelas Rusak